Dari Kebun Buah hingga Peternakan, Agrowisata Baru Hadir di Pronojiwo Lumajang

Pemandangan Gunung Semeru yang terlihat dari Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo (ANTARA/HO-KIM Desa Sumberurip)

Dari Kebun Buah hingga Peternakan, Agrowisata Baru Hadir di Pronojiwo Lumajang

Silvana Febiari • 1 November 2026 12:16

Lumajang: Agrowisata berbasis perkebunan buah, peternakan, dan edukasi pertanian menjadi pilihan destinasi wisata baru di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Destinasi ini melengkapi daya tarik wisata Air Terjun Tumpak Sewu bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

"Pronojiwo bersiap memperkaya pilihan wisata. Tidak hanya mengandalkan pesona air terjun Tumpak Sewu, kini mulai mengembangkan agrowisata dengan sejumlah komoditas buah-buahan," kata Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Kabupaten Lumajang, Galih Permadi di Lumajang, dilansir Antara, Minggu, 1 November 2026. 

Salah satu destinasi yang tengah disiapkan berada di atas lahan pribadi seluas 3 hektare milik Tolib. Kawasan ini dirancang sebagai tempat rekreasi sekaligus edukasi budidaya tanaman buah dan peternakan bagi pengunjung.


"Sejumlah komoditas yang dikembangkan meliputi salak, jeruk, durian dan stroberi. Salak dan durian disiapkan sebagai produk unggulan, sementara stroberi menjadi komoditas pendukung yang dinilai sesuai dengan kondisi tanah dan cuaca setempat," tuturnya.

Ia mengatakan pembangunan kawasan tersebut telah mencapai sekitar 40 persen. Pengelola juga menyiapkan akses jalan tembus agar pengunjung dapat berkeliling dan menikmati berbagai area perkebunan.

"Dinas Pariwisata Lumajang turut memberikan pendampingan sejak tahap pembangunan. Pendampingan mencakup masukan mengenai konsep pengembangan, penguatan daya tarik, hingga penyusunan aktivitas wisata yang memberikan pengalaman lebih dari sekadar rekreasi," jelasnya.

Konsep agrowisata tersebut juga diarahkan untuk menghadirkan edukasi peternakan, seperti pemeliharaan kambing dan unggas. Kawasan itu bahkan berpeluang menjadi lokasi kegiatan pembelajaran luar ruang bagi pelajar melalui program kunjungan atau outing sekolah.

“Kami ikut mendampingi sejak proses pembangunan, memberikan saran dan masukan, termasuk bagaimana menghadirkan edukasi peternakan kambing dan unggas. Nantinya juga bisa ditawarkan kepada sekolah-sekolah untuk kegiatan outing,” ujarnya.


Pemandangan Gunung Semeru yang terlihat dari Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo (ANTARA/HO-KIM Desa Sumberurip)


Pengembangan destinasi itu menjadi salah satu upaya memperluas pengalaman wisata di Pronojiwo. Selama ini, kawasan tersebut dikenal luas melalui wisata alam, terutama Tumpak Sewu yang menarik kunjungan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Galih berharap agrowisata ini dapat menjadi pilihan aktivitas tambahan bagi wisatawan. Dengan destinasi yang semakin beragam, wisatawan diharapkan tertarik untuk tinggal lebih lama dan menikmati berbagai pengalaman di Pronojiwo.

Dinas Pariwisata Lumajang menargetkan kawasan agrowisata tersebut mulai dibuka pada awal 2027. Selain penyelesaian pembangunan fisik, persiapan juga mencakup pemenuhan perizinan dan promosi agar destinasi tersebut siap diperkenalkan kepada masyarakat.

“Harapan kami, Pronojiwo bisa menjadi one stop tourism, tempat wisatawan mendapatkan berbagai pilihan wisata. Jadi tidak hanya wisata alam, tetapi juga agrowisata dan edukasi, dengan pelayanan terbaik bagi pengunjung," harapnya.

(Silvana Febiari)