Managing Director, Technology Advancement Danantara Indonesia Dwi Susanto. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah
Danantara Pilih Desain Cip untuk Kembangkan Industri Semikonduktor
Eko Nordiansyah • 21 October 2026 20:25
Jakarta: Danantara Indonesia memilih desain cip sebagai pintu masuk untuk mengembangkan industri semikonduktor nasional. Strategi ini dipilih karena tidak menuntut investasi bernilai miliaran dolar, tetapi membutuhkan pembangunan talenta yang mampu menguasai teknologi tersebut.
Managing Director, Technology Advancement Danantara Indonesia Dwi Susanto mengatakan pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci untuk membangun kemampuan Indonesia di bidang semikonduktor. Menurutnya, desain cip dapat menjadi salah satu jalur yang terbuka untuk mengembangkan industri tersebut tanpa bergantung pada investasi berskala besar.
”Nah di bidang semikonduktor bagaimana? Kita memilih masuk melalui pintu yang paling terbuka, yaitu design cip. Pintu ini tidak menuntut investasi bernilai miliaran rupiah atau dolar, tapi talenta, dan talenta inilah yang harus kita bangun,” ucap Dwi Santoso dalam acara Peruri Digital Summit 2026 di Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Danantara dan Arm Limited latih 15 ribu talenta semikonduktor
Dwi Santoso mengatakan Danantara telah mengintegrasikan upaya pengembangan semikonduktor dengan Kementerian Perindustrian. Menurutnya, pembangunan talenta menjadi bagian penting dalam upaya mengembangkan kemampuan Indonesia di industri semikonduktor.Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program pelatihan desain chip hasil kerja sama Danantara dengan perusahaan teknologi asal Inggris, Arm Limited. Program tersebut menargetkan pelatihan hingga 15 ribu talenta Indonesia, termasuk insinyur, lulusan baru, dan mahasiswa, dalam tiga tahun ke depan.
”Danantara dan Arm Limited dari UK, salah satu perusahaan terkemuka IT yang menguasai hampir 100 persen teknologi smartphone. Kerja sama ini meliputi penggunaan platform teknologi dari Arm. Pelatihan bagi 15 ribu talenta serta pengembangan cip,” ucap dia.
Ribuan anak muda tersebut saat ini tengah mengikuti pelatihan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Surabaya, Jawa Timur. Pelatihan kerja sama tersebut bertujuan mendukung pengembangan kemampuan talenta lokal di bidang desain cip.
Pengembangan talenta desain cip diharapkan dapat memperkuat kemampuan Indonesia dalam merancang teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dalam negeri. Dengan demikian, pengembangan semikonduktor tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada penerapannya untuk menjawab kebutuhan masyarakat. (Tiaranissa Juliansyah)