Pertemuan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Foto: dok. Kementerian Perhubungan.
Menhub-Menaker Bahas Skema WFA saat Natal dan Tahun Baru
Gabriella Thesa Widiari • 6 November 2026 10:51
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bertemu Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli membahas kesiapan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Pertemuan yang digelar pada Kamis, 5 November 2026 itu juga membicarakan mengenai skema kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA).
"Kami berdiskusi termasuk berkaitan dengan work from anywhere. Karena ini terkait dengan ketenagakerjaan, kami merasa perlu berdiskusi dengan beliau," kata Dudy dilansir dari Antara, Jumat, 6 November 2026.
Baca Juga :
"Kami membahas kesiapan penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026/2027 serta kerja sama peningkatan keselamatan transportasi," kata Dudy.
Untuk memastikan kelancaran arus masyarakat, Kemenhub menjadwalkan Posko Terpadu Angkutan Nataru beroperasi pada 18 Desember 2026 hingga 6 Januari 2027. Sarana ini berfungsi memantau kondisi lalu lintas secara terpadu bersama pemangku kepentingan terkait.
Dudy menilai kolaborasi lintas kementerian berjalan baik demi mewujudkan penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru yang aman. Pengawasan ketat di lapangan akan terus ditingkatkan demi mengantisipasi potensi gangguan perjalanan.
"Alhamdulillah diskusi cukup baik dan saya senang sekali kegiatan ini terus kita tingkatkan dengan sinergi dua kementerian yang berlangsung baik," ujar Dudy.
.jpg)
Pertemuan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. Foto: Antara.
Sebelumnya, Kemenhub mengusulkan kebijakan bekerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) selama periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Hal ini untuk mengantisipasi potensi kemacetan lalu lintas saat puncak arus mudik dan balik.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan penerapan WFA diusulkan berlangsung pada 21–22 Desember 2026 dan 4 Januari 2027. Skema ini mempertimbangkan prediksi puncak pergerakan masyarakat menjelang dan setelah libur panjang.
“Usulannya tanggal 21-22 di awalnya, kemudian tanggal 4 di akhir,” ujar Aan dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Oktober 2026.