2 Pendaki Semeru Hilang Kontak Sejak 2 November, Tim SAR Dikerahkan

Gunung Semeru. Foto: dok. MI.

2 Pendaki Semeru Hilang Kontak Sejak 2 November, Tim SAR Dikerahkan

Lukman Diah Sari • 7 November 2026 19:43

Lumajang: Dua pendaki asal Sidoarjo, Jawa Timur, dikabarkan hilang saat mendaki Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang. Informasi hilangnya kedua pemuda tersebut telah dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi pada Sabtu sore, 7 November 2026.

"Kami menerima laporan kondisi membahayakan manusia terhadap dua pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Semeru, Kecamatan Ranu Pani, Kabupaten Lumajang," kata Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 7 November 2026, melansir Antara.

Oka menjelaskan, laporan tersebut diterima dari Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Ranu Pani pada pukul 14.37 WIB. Merespons laporan itu, Kantor SAR Banyuwangi langsung mengerahkan tim untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, kedua pendaki diketahui berinisial BK,19, dan MWF, 19. Informasi awal, keduanya berencana mendaki Gunung Semeru pada 31 Oktober 2026," katanya.

Nahas, sejak 2 November 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, keduanya hilang kontak. Mereka diduga kuat mendaki secara ilegal lantaran tidak melalui prosedur perizinan resmi yang berlaku.

"Upaya pencarian informasi mengenai keberadaan kedua korban telah dilakukan oleh pihak terkait. Pada 4 November 2026, diketahui bahwa keduanya menyewa sepeda motor di Terminal Lumajang untuk menuju kawasan Ranu Pani," tutur Oka.

Sehari berselang, pada 5 November 2026, pihak penyewa kendaraan bersama petugas RPTN Ranu Pani berinisiatif melakukan pencarian. Hasilnya, pada Jumat, 6 November 2026 pukul 13.00 WIB, sepeda motor sewaan itu ditemukan terparkir di ladang milik warga di sekitar kawasan pendakian Gunung Semeru.

"Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk dalam upaya pencarian kedua pendaki. Kami segera mengerahkan personel untuk melakukan operasi pencarian dan Tim Rescue Pos SAR Jember bergerak menuju lokasi kejadian dengan estimasi perjalanan sekitar 3 jam 26 menit," jelasnya.

Tim Basarnas Banyuwangi bersiap untuk berangkat melakukan pencarian pendaki hilang di Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Sabtu (7/11/2026). ANTARA/HO-Basarnas Banyuwangi

Operasi SAR gabungan ini melibatkan empat personel Tim Rescue Pos SAR Jember, lima personel Kantor SAR Banyuwangi, serta unsur TNBTS, Polrestabes Surabaya, BPBD Kabupaten Lumajang, dan masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaannya, tim dibekali kendaraan operasional, drone thermal, serta peralatan mountaineering, jungle rescue, medis, dan perlengkapan evakuasi guna menembus medan Gunung Semeru. Cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan.

"Upaya pencarian akan dilaksanakan secara maksimal dengan mengedepankan koordinasi dan sinergi seluruh unsur SAR gabungan. Hingga laporan awal ini disampaikan, kedua pendaki masih berstatus dalam pencarian," ujar Oka.

Dihubungi terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menyatakan pihaknya masih menunggu informasi lanjutan dari pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

"Pihak keluarga pendaki sudah membuat laporan kehilangan keluarga di Sidoarjo, kemudian Tim Basarnas juga sudah menuju ke lokasi Ranu Pani dan tim TNBTS juga dikabarkan menyiapkan tim pencarian, sehingga BPBD Lumajang siap membantu melakukan pencarian pendaki," ucap Isnugroho.

(Lukman Diah Sari)