Ilustrasi. Foto: Fahum.umsu.ac.id
Mengenal Single Salary: Sistem Gaji Tunggal untuk ASN Mulai 2026
Husen Miftahudin • 24 November 2025 19:26
Jakarta: Pemerintah Indonesia akan menerapkan sistem Single Salary atau gaji tunggal bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai 2026. Kebijakan ini tercantum dalam RAPBN 2026 dan merupakan bagian dari reformasi birokrasi untuk menciptakan transparansi dan efisiensi penggajian.
Single salary adalah sistem penggajian dimana seluruh komponen pendapatan ASN (gaji pokok, tunjangan, insentif) digabung menjadi satu paket gaji bulanan. Sistem ini menggantikan model lama yang memisahkan berbagai jenis tunjangan.
Single salary adalah sistem penggajian dimana seluruh komponen pendapatan ASN (gaji pokok, tunjangan, insentif) digabung menjadi satu paket gaji bulanan. Sistem ini menggantikan model lama yang memisahkan berbagai jenis tunjangan.
Komponen single salary
Dalam penerapannya, gaji terdiri atas unsur jabatan yang ditetapkan berdasarkan grading jabatan dengan mempertimbangkan beban kerja, tanggung jawab, dan risiko.
Selain itu, terdapat tunjangan kinerja setara lima persen dari gaji pokok yang dapat berubah sesuai penilaian kinerja, serta tunjangan kemahalan yang disesuaikan dengan biaya hidup di daerah tertentu.
| Baca juga: Syarat dan Kriteria Honorer PPPK Paruh Waktu yang Perlu Diketahui |

(Ilustrasi ASN. Foto: dok MI)
Keunggulan single salary
Sistem Single Salary menawarkan sejumlah keunggulan. Dari sisi transparansi, ASN dapat memahami besaran pendapatan secara utuh tanpa perlu menghitung berbagai komponen yang terpisah.
Efisiensi administrasi juga meningkat karena proses perhitungan dan pencairan gaji menjadi lebih cepat dan akurat. Pemerintah dapat mengendalikan anggaran dengan lebih baik sehingga risiko pembayaran ganda dapat dihindari.
Selain itu, sistem ini mendorong keadilan dan akuntabilitas karena gaji ditetapkan secara setara untuk jabatan dan tanggung jawab yang serupa.
Dampak dan implementasi
Dalam mekanisme penetapan gaji, setiap jabatan memiliki grading tertentu yang dibagi dalam beberapa langkah dengan nilai berbeda. Dua ASN dengan jabatan sama dapat menerima gaji yang berbeda bergantung pada beban kerja, tanggung jawab, risiko pekerjaan, dan penilaian kinerja masing-masing.
Penerapan sistem ini juga membawa sejumlah dampak bagi ASN. Jaminan pensiun dinilai lebih baik dengan adanya asuransi kesehatan, asuransi kematian, dan dana hari tua. Penghasilan menjadi lebih jelas tanpa tambahan dari sumber lain, dan profesionalisme semakin meningkat karena adanya sistem reward and punishment yang lebih tegas.
Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, sistem ini dipersiapkan untuk memastikan keberlanjutan daya beli ASN setelah pensiun, memberikan perlindungan finansial yang lebih komprehensif, serta meningkatkan kesejahteraan jangka panjang.
Single Salary menjadi terobosan penting dalam reformasi birokrasi Indonesia. Dengan sistem yang transparan dan adil, diharapkan dapat meningkatkan kinerja ASN sekaligus memberikan jaminan kesejahteraan yang berkelanjutan. (Muhammad Adyatma Damardjati)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com