BPBD Bangka Tengah Catat 110 Kejadian Karhutla Sepanjang 2026

Personil Manggala Agni Daops Sumatra XIV/Banyuasin berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di hutan lindung Desa Mapur, Kabupaten Bangka. ANTARA/HO-Humas Manggala Agni Daops Sumatra XIV

BPBD Bangka Tengah Catat 110 Kejadian Karhutla Sepanjang 2026

Lukman Diah Sari • 22 August 2026 12:42

Koba: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat 110 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 21 Agustus 2026 dengan luas lahan terdampak mencapai 178,92 hektare. Kepala BPBD Bangka Tengah, Yudhi Sabara, mengatakan peningkatan kejadian karhutla cukup tinggi memasuki Juli hingga Agustus 2026 seiring musim kemarau di daerah itu.

"Memang peningkatannya cukup tinggi terjadi pada Juli hingga Agustus," kata Yudhi, di Koba, Sabtu, 22 Agustus 2026, melansir Antara.

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Bangka Tengah, kasus karhutla terus bertambah. Jika sebelumnya pada Januari-Juli 2026 tercatat 81 kejadian (146 hektare), data terbaru per 21 Agustus melonjak menjadi 110 kejadian (178,92 hektare). Artinya, terdapat penambahan 29 kejadian dengan luasan 32,92 hektare dalam rentang waktu singkat.

Yudhi menegaskan, BPBD bersama unsur terkait terus memantau dan menangani potensi karhutla di sejumlah wilayah guna mencegah api meluas serta meminimalkan dampaknya.


Kepala BPBD Bangka Tengah Yudhi Sabara. ANTARA/Ahmadi

Selain karhutla, Pusdalops BPBD Bangka Tengah juga mencatat sejumlah insiden lain sepanjang periode Januari–Agustus 2026, yang meliputi:
  • Bencana alam: 20 kejadian angin kencang, 11 banjir, 2 banjir rob, dan 3 peristiwa kekeringan.

  • Bencana nonalam/lainnya: 3 kebakaran rumah, 2 kecelakaan mobil, 1 insiden pohon tumbang, 1 kejadian tersambar petir, dan 2 kecelakaan kapal.

Secara keseluruhan, wilayah Bangka Tengah telah dilanda 154 kejadian bencana. Rentetan peristiwa tersebut berdampak terhadap 790 jiwa, serta mengakibatkan kerusakan pada 24 bangunan fasilitas dan 255 rumah warga.

(Lukman Diah Sari)