Personil Manggala Agni Daops Sumatra XIV/Banyuasin berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di hutan lindung Desa Mapur, Kabupaten Bangka. ANTARA/HO-Humas Manggala Agni Daops Sumatra XIV
Karhutla Hanguskan 8,5 Hektare Hutan Lindung di Bangka
Silvana Febiari • 20 August 2026 20:08
Pangkalpinang: Personel Manggala Agni Daops Sumatra XIV/Banyuasin berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 8,5 hektare di hutan lindung Desa Mapur, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Upaya ini dilakukan guna mencegah kebakaran lebih luas.
"Hari ini, tim memadamkan karhutla di hutan lindung Desa Mapur," kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kemenhut Ferdian Krisnanto, dilansir dari Antara, Kamis, 20 Agustus 2026.
Karhutla di hutan lindung Desa Mapur menghanguskan 8,5 hektare hutan kayu pelawan, rengas, mentagor, meranti, pelempang, tanaman sapu-sapu, dan semak belukar di kawasan hutan lindung tersebut.
Baca Juga :
"Karhutla di hutan lindung ini merupakan lahan gambut dengan kedalaman lebih kurang tiga meter terjadi pada pukul 08.30 WIB dan berhasil dipadamkan pukul 13.10 WIB oleh tim gabungan Manggala Agni Daops Sumatra XIV/Banyuasin, pemerintah daerah, dan masyarakat Desa Mapur," jelasnya.
Dalam memadamkan kebakaran hutan lindung Desa Mapur, pihaknya mengerahkan satu mobil angkut personel, satu mobil air tedmon, satu colapsible tank, dua pompa jinjing, dan peralatan tangan.
"Kami mengirimkan satu tim personel dari Daops Manggala Agni Banyuasin Sumsel untuk membantu dan saat ini masih melaksanakan operasi di Pulau Bangka, guna membantu pemerintah daerah dalam menangani karhutla ini," ungkapnya.

Proses pemadaman karhutla di Kabupaten Bangka. MI
Ia menjelaskan, kondisi kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino saat ini meningkatkan risiko karhutla. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan atau kebun dengan cara membakar.
"Kami mengimbau masyarakat tidak membakar lahan, kalau bisa jangan membakar sampah di tempat-tempat rawan dan meninggalkan api yang masih menyala. Jangan sampai perilaku kita merugikan dan merusak alam ini," imbaunya.