Wali Kota Jakarta Pusat Arifin (dua kiri) saat meninjau lokasi kebakaran di Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat pada Jumat (21/8/2026). ANTARA/HO-Pemkot Jakpus
Pemkot Jakpus Pastikan Kebutuhan Korban kebakaran di Senen Terpenuhi
Siti Yona Hukmana • 21 August 2026 12:21
Jakarta: Pemerintah Kota Jakarta Pusat memastikan kebutuhan dasar warga terdampak kebakaran di Paseban, Kecamatan Senen, terpenuhi. Kebutuhan itu mulai dari perlengkapan sekolah hingga layanan kesehatan dan penggantian dokumen kependudukan.
"Kami data seluruh warga terdampak, termasuk anak-anak yang bersekolah. Ada pakaian sekolah, seragam, tas, dan perlengkapan belajar yang ikut terbakar. Tentu kami akan membantu agar mereka bisa kembali bersekolah dengan baik," kata Wali Kota Jakarta Pusat Arifin saat meninjau lokasi pengungsian korban kebakaran di Paseban, dilansir Antara, Jumat, 21 Agustus 2026.
Arifin mengatakan pendataan terhadap anak-anak korban kebakaran telah dilakukan, termasuk siswa jenjang SD, SMP, dan SMA, baik laki-laki maupun perempuan. Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pendidikan anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akibat kebakaran dapat segera dipenuhi, sehingga aktivitas belajar tidak terganggu.
Baca Juga :
Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Jagorawi
Arifin mengatakan pelayanan juga mencakup kartu layanan masyarakat yang ikut terbakar, seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), BPJS Kesehatan, kartu gratis TransJakarta, dan dokumen lainnya.
"Semua akan kami bantu perbarui dan diterbitkan kembali," ujar Arifin.
Untuk bidang kesehatan, Puskesmas telah menyiapkan tenaga medis guna melakukan pemeriksaan terhadap warga yang mengungsi. Layanan tersebut terutama ditujukan bagi warga yang kehilangan obat-obatan akibat kebakaran dan memiliki penyakit yang membutuhkan pengobatan rutin.

Kebakaran melanda sejumlah rumah di Senen, Jakarta Pusat. Dok. Command Center Damkar Jakarta Pusat
Sementara itu, terkait kebutuhan tempat tinggal, Pemkot Jakarta Pusat terlebih dahulu mendata jumlah rumah yang terdampak dan terbakar sebelum menginventarisasi bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada warga. Arifin mengatakan bantuan pembangunan kembali rumah warga juga akan dikoordinasikan, termasuk dengan mempertimbangkan dukungan dari Baznas Bazis DKI Jakarta.
"Kami data terlebih dahulu jumlah rumah yang terdampak dan terbakar. Setelah itu, kami akan menginventarisasi bantuan yang bisa diberikan," ujar Arifin.
Kebakaran di Paseban mengakibatkan 15 rumah hangus dengan dampak terhadap 35 kepala keluarga atau sebanyak 95 jiwa. Pemkot Jakarta Pusat bersama dinas terkait telah menyiapkan tenda pengungsian di SDN 05 Paseban sejak Kamis malam, 20 Agustus 2026
Tenda ditempatkan di area luar kelas, agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar dan aktivitas olahraga di sekolah tersebut.