Kongo dan Kelompok M23 Sepakati Roadmap Perdamaian untuk Akhiri Konflik

Pemerintah Kongo dan kelompok M23/AFC menyepakati roadmap perdamaian dengan tahapan. (Anadolu Agency)

Kongo dan Kelompok M23 Sepakati Roadmap Perdamaian untuk Akhiri Konflik

Willy Haryono • 23 August 2026 12:20

Brazzaville: Pemerintah Republik Demokratik Kongo dan kelompok pemberontak M23/AFC menyepakati peta jalan (roadmap) perdamaian di bawah Kerangka Kerja Doha pada Sabtu, 22 Agustus 2026.

Mengutip Anadolu, kesepakatan tersebut memuat tahapan terukur dan jadwal konkret untuk melanjutkan negosiasi guna mengakhiri konflik di wilayah timur Kongo.

"Kami menegaskan kembali komitmen untuk melanjutkan negosiasi menuju perdamaian dan penyelesaian konflik secara menyeluruh melalui implementasi Perjanjian Kerangka Kerja," demikian pernyataan bersama kedua pihak yang dikutip Anadolu.

Kesepakatan tersebut dicapai setelah perundingan antara perwakilan pemerintah Kongo dan M23/AFC yang berlangsung pada 17-21 Agustus di Swiss.

Perundingan digelar untuk menghidupkan kembali proses perdamaian yang sebelumnya mengalami kebuntuan, sementara pertempuran masih berlangsung di sejumlah wilayah timur Kongo.

Dalam kesepakatan terbaru, kedua pihak juga menyetujui pentingnya menerapkan metode pelaporan yang terstandardisasi terhadap dugaan pelanggaran gencatan senjata.

Mereka juga sepakat membahas pembentukan mekanisme untuk menangani berbagai kendala dalam pelaksanaan kewajiban dan komitmen yang telah disepakati dalam Perjanjian Kerangka Kerja.

Konflik M23 di Kongo

M23 merupakan salah satu kelompok utama yang terlibat dalam konflik berkepanjangan di wilayah timur Kongo. Kelompok tersebut kembali mengangkat senjata pada 2021 dan kemudian merebut sejumlah wilayah strategis.

Pada awal 2025, M23 menguasai Goma, ibu kota Provinsi Kivu Utara, serta Bukavu, ibu kota Provinsi Kivu Selatan.

Pemerintah Kongo dan M23 sebelumnya menandatangani Perjanjian Kerangka Kerja Perdamaian di Doha pada November 2025 melalui mediasi Qatar.

Perjanjian tersebut memuat komitmen kedua pihak untuk menyelesaikan akar konflik di wilayah timur Kongo melalui dialog terstruktur dan pendekatan bertahap guna meredakan ketegangan serta menciptakan stabilitas.

Kesepakatan roadmap terbaru menjadi langkah lanjutan dari kerangka tersebut. Namun, implementasinya masih akan menjadi tantangan di tengah konflik bersenjata yang belum sepenuhnya berakhir. (Razaqa Hariz)

Baca juga:  RD Kongo dan M23 Sepakati Kerangka Perdamaian dalam Perundingan di Qatar

(Willy Haryono)