Pendeta GPdI Tiberias Malalayang Manado, Gembala Jefry Manitik, saat menyampaikan firman Tuhan saat kebaktian Paskah, Minggu, 5 April 2026. Antara/Hence Paat
Pendeta GPdI Tiberias Malalayang Ajak Jemaat Maknai Paskah dengan Hidup Sederhana
Silvana Febiari • 5 April 2026 17:17
Manado: Pendeta Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Tiberias Malalayang Manado, Sulawesi Utara, Gembala Jefry Manitik mengingatkan peringatan Paskah bukan sekadar hura-hura atau seremonial belaka. Kebangkitan Yesus Kristus mengajarkan umat manusia untuk hidup dengan kesederhanaan.
"Paskah atau peringatan kebangkitan Yesus Kristus bukan dimaknai dengan hura-hura atau seremonial belaka. Mari maknai dengan hidup sederhana, selalu berbagi kepada umat lain yang membutuhkan," kata Manitik saat membawakan pesan firman kepada jemaat, dilansir dari Antara, Minggu, 5 April 2026.
Mengambil ayat firman dalam Alkitab 1 Korintus 15 ayat 4 yang menyatakan bahwa Yesus telah bangkit pada hari ketiga, Manitik mengingatkan jemaat akan makna kebangkitan. Ia mengajak jemaat meneladani perjalanan Yesus dalam memberitakan Injil kepada semua orang.
"Ini momentum refleksi iman bahwa dengan kesederhanaan kita sudah meneladani perjalanan Yesus pada 2.000 tahun yang lalu saat memberitakan Injil dengan penuh kasih," ujarnya.
Ia mengajak jemaat untuk menjadikan momentum Paskah dengan membangun relasi yang damai dengan Tuhan, sesama manusia, diri sendiri, dan lingkungan. "Pada Kamis (2 April) lalu Sulut mengalami gempa bumi yang cukup kuat hingga magnitudo 7,6. Ini menjadi pengalaman untuk manusia bahwa kepada siapa lagi kita berserah diri, tentunya kepada Tuhan," tambahnya.

Ilustrasi. Freepik
Pada kebaktian Paskah di GPdI Tiberias Malalayang Manado itu diwarnai dengan pembagian telur kepada jemaat sebagai simbol yang dalam tentang hidup, harapan, dan kebangkitan. Sejumlah gereja lainnya di Manado juga membagikan Telur Paskah yang telah dihias warna warni disertai ayat Alkitab.
"Kami di jemaat Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Malalayang mendapatkan pembagian telur usai ibadah. Ini sebuah simbol dari kebangkitan Yesus," ujar Tika S, salah satu jemaat KGPM, sambil menyebutkan pada malam sebelum Paskah telah dilaksanakan pawai obor yang mengitari sebagian kecamatan Malalayang.