Kualitas Udara Natuna Turun ke Kategori Sedang Imbas Karhutla

Karhutla di Natuna pada Maret 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Kualitas Udara Natuna Turun ke Kategori Sedang Imbas Karhutla

Silvana Febiari • 1 April 2026 15:38

Natuna: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau mencatat kualitas udara di beberapa lokasi. Salah satunya di Ranai, Kecamatan Bunguran Timur yang menurun dari kategori baik ke sedang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Natuna Harmidi mengatakan data tersebut diperoleh dari hasil pemantauan DLH Kabupaten Natuna melalui aplikasi pemantau kualitas udara. Citra satelit juga digunakan untuk mendeteksi sebaran asap dan titik panas.

“Untuk hari ini kualitas udara di Ranai (ibu kota kabupaten) sedang, sementara semalam kategori baik,” ucap dia, dilansir dari Antara, Rabu, 1 April 2026. 
 


Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah lokasi. Total luas yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari 100 hektare.

Kategori sedang menunjukkan kualitas udara masih dapat diterima. Namun, berpotensi menimbulkan dampak bagi kelompok sensitif, seperti anak-anak, lansia, serta penderita gangguan pernapasan.

Kualitas udara terbagi menjadi empat kategori, meliputi baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat dan berbahaya. Kondisi udara kategori sedang dapat menimbulkan iritasi ringan pada mata dan tenggorokan serta berkurangnya kenyamanan saat beraktivitas di luar ruangan.


Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Foto: BPBD Sumsel.


Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar bagi kelompok sensitif tersebut, serta menjaga kondisi kesehatan dengan memperbanyak konsumsi air putih.

DLH Natuna juga terus berupaya menyampaikan informasi terkini terkait kondisi kualitas udara dan cuaca kepada masyarakat setiap hari. Informasi tersebut bisa didapatkan melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk media sosial.

"Langkah ini dilakukan sebagai bentuk edukasi dan upaya pencegahan agar masyarakat dapat lebih waspada terhadap perubahan kondisi lingkungan akibat karhutla," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)