Ilustrasi. Foto: dok Xinhua.
Kontrak Berjangka Wall Street Turun Tipis
Husen Miftahudin • 6 April 2026 08:55
New York: Kontrak berjangka indeks saham Amerika Serikat (AS) pada Wall Street turun pada Minggu malam, seiring dengan kenaikan harga minyak setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka pada Selasa.
Mengutip Investing.com, Senin, 6 April 2026, kontrak berjangka S&P 500 turun tipis 0,3 persen menjadi 6.603,0 poin, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 turun 0,2 persen menjadi 24.175,75 poin. Kontrak berjangka Dow Jones turun 0,4 persen menjadi 46.535,0 poin.
Penurunan harga saham ini terjadi setelah penutupan yang kuat di Wall Street pada pekan lalu, ketika investor membeli saham-saham yang harganya anjlok setelah beberapa sesi volatilitas yang terkait dengan konflik Iran.
Sepanjang minggu ini, Dow Jones Industrial Average naik 3,0 persen, S&P 500 naik 3,4 persen, dan Nasdaq Composite naik 4,44 persen. Ini menandai kenaikan mingguan pertama dalam enam minggu untuk ketiga indeks utama tersebut.
| Baca juga: Dunia Bakal Hadapi Krisis Energi 'Besar-besaran' Jadi Berita Terpopuler Ekonomi |

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
Trump ancam serang pembangkit listrik dan jembatan di Iran
Sentimen investor kembali melemah setelah Trump mengunggah pernyataan terkait konflik di Timur Tengah di Truth Social pribadinya, yang meminta untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jika tidak, ia akan menjadikan menghancurkan seluruh pembangkit listrik dan jembatan yang ada di Iran.
Trump mengatakan Iran menghadapi tenggat waktu hingga pukul 8.00 malam Waktu Bagian Timur pada Selasa untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Di sisi lain, harga minyak naik lebih dari dua persen dalam perdagangan Asia pada Senin, melanjutkan lonjakan pekan lalu karena para pedagang memperhitungkan gangguan pasokan yang berkepanjangan melalui salah satu titik hambatan energi terpenting di dunia.