PLN Proyeksikan Kebutuhan Listrik Data Center Tembus 25 GW hingga 2034, Antisipasi 'Tsunami Demand’

Manager Priority Account Executive Kawasan Industri PLN Andi Kurniyawan. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.

PLN Proyeksikan Kebutuhan Listrik Data Center Tembus 25 GW hingga 2034, Antisipasi 'Tsunami Demand’

Nattasya Amani Vrazeti • 3 September 2026 21:10

Jakarta: PT PLN (Persero) memproyeksikan akumulasi kebutuhan daya listrik untuk industri data center di Indonesia mencapai 25 gigawatt (GW) hingga 2034. Hal ini untuk mengantisipasi fenomena tsunami demand.

“Ini pipeline-nya, Pak, penambahan daya data center. Jadi kami sudah mencoba untuk meng-capture kebutuhan daya sampai 2034, Pak. Ini yang sudah memohon secara resmi, Pak ya, sudah memohon secara resmi, sudah MoU, sudah PJBTL. Ini ada sekitar 25 giga, Pak. 25 giga," ujar Manager Priority Account Executive Kawasan Industri PLN Andi Kurniyawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 3 September 2026. 

Untuk melayani kebutuhan daya sebesar 15 GW dalam kurun dua tahun ke depan, PLN menerapkan skema Power Acceleration Service (PAS) yang mengizinkan investor membangun infrastruktur secara mandiri demi memangkas waktu penyambungan.

“Nah, ketika kami akan melakukan kegiatan penyambungan ini secara business as usual, maka enggak akan mengejar, Pak. Karena membangun satu infrastruktur GI itu dibutuhkan minimal ya tiga tahun, Pak ya. Nah, akhirnya kami diskusi dengan beberapa data center, ternyata data center ini oke, bersedia,” kata Andi.

Hingga pertengahan tahun ini, Andi menyebut total daya data center terpasang yang dilayani PLN telah menembus 1,9 GW dan telah melayani 159 pelanggan, meski secara lokasi masih menumpuk di wilayah Jawa Barat.

“Konsentrasi Jawa ini paling banyak di Jawa Barat, Pak. Dari 159 ini ada sekitar 63 ya, 63 yang berada di Jawa Barat dengan kapasitasnya 1,3 giga,” jelas Andi.

Manager Priority Account Executive Kawasan Industri PLN Andi Kurniyawan. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.

Guna menyeimbangkan beban jaringan serta menanggapi tingginya minat investor akan isu keberlanjutan, PLN mulai mendorong sebaran lokasi ke Banten hingga Bitung sembari menyiapkan pasokan energi hijau.

“Nah, ini terlepas dari itu juga permintaan untuk layanan green, Pak. Ini juga tentunya kalau data center mesti selain juga power, membutuhkan layanan green. Dan kami sudah ada produknya, kami ada Renewable Energy Certificate, kami ada dedicated source yang bisa dimanfaatkan oleh beberapa pelanggan data center,” kata Andi.

(Siti Yona Hukmana)