Ilustrasi Pexels
Pembentukan Anak yang Berakhlak, Cerdas, dan Mandiri Berawal dari Lingkungan Keluarga
Siti Yona Hukmana • 8 September 2026 04:26
Jakarta: Memperkuat peran keluarga dalam membentuk anak berakhlak, cerdas, dan mandiri sangat lah penting. Sebab, semua itu akan lahir dari apa yang ditanamkan di rumah oleh orang tua.
"Nilai moral, sopan santun, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, serta rasa hormat kepada orang tua, guru, dan sesama perlu ditanamkan melalui keteladanan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari," kata Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V Brawijaya, Vira Rudi Saladin dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026.
Hal ini disampaikan dalam kegiatan Parenting Hybrid dengan tema “Penguatan Hubungan Suami Istri dan Sinergitas Pola Asuh dalam rangka Membentuk Anak Berakhlak, Cerdas dan Mandiri oleh Keluarga Besar Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V/Brawijaya. Kegiatan ini diikuti 150 peserta online dan ratusan anggota offline dari keluarga besar Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V/Brawijaya sebagai upaya memperkuat fondasi keluarga prajurit.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyambutan peserta, foto bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V Brawijaya. Dalam sambutannya, Vira Rudi Saladin menyampaikan apresiasi atas kehadiran dr. Aisah Dahlan, sebagai pakar psikologi keluarga yang memberikan pembekalan mengenai penguatan hubungan suami istri dan pola asuh anak.
“Semoga melalui ilmu, pengalaman, dan inspirasi yang disampaikan, kita semua dapat memperoleh bekal berharga dalam membangun fondasi keluarga yang kuat, harmonis, dan penuh kasih sayang, serta menjadi orang tua yang mampu mendampingi tumbuh kembang anak dengan sebaik-baiknya,” ujar Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V Brawijaya.

Keluarga Besar Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V/Brawijaya menggelar kegiatan parenting hybrid untuk membangun fondasi keluarga yang kuat harmonis, dan penuh kasih sayang. Foto: Istimewa.
Pada sesi utama, dr. Aisah Dahlan, memberikan materi mengenai karakter anak, neuroparenting, komunikasi dalam keluarga, sinergitas peran ayah dan ibu, pengendalian emosi, serta penguatan nilai agama dan akhlak. Orang tua juga didorong memahami setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda, sehingga pola pengasuhan perlu disesuaikan secara tepat.
Materi parenting tersebut turut menekankan pentingnya menciptakan lingkungan emosional yang positif, interaksi langsung, komunikasi yang lembut dan konstruktif, serta pembiasaan yang konsisten. Ketegasan orang tua tidak diidentikkan dengan kekerasan, sementara kelembutan perlu tetap disertai batasan dan pembentukan tanggung jawab agar anak tumbuh percaya diri dan mampu menghadapi lingkungan sosial.
Selain itu, ayah dan ibu memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendampingi pertumbuhan anak. Sinergitas keduanya menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang harmonis, sekaligus membantu anak berkembang secara intelektual, emosional, sosial, spiritual, dan memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan serta belajar mandiri.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pemberian cenderamata kepada narasumber, kemudian ditutup dengan doa. Seluruh rangkaian Parenting Hybrid Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V/Brawijaya berlangsung sebagai sarana pembekalan bagi keluarga besar Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V/Brawijaya agar semakin memahami pentingnya komunikasi efektif, pembagian peran, dan keselarasan pola asuh.
Melalui kegiatan tersebut, Persit Kartika Chandra Kirana Daerah V/Brawijaya terus mendorong penguatan ketahanan keluarga sebagai salah satu unsur penting dalam mendukung pelaksanaan tugas prajurit. Keluarga yang harmonis, komunikasi yang sehat, serta pola asuh yang tepat diharapkan mampu membentuk generasi yang berakhlak, cerdas, mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.