Gas Metana Danau Purba Diduga Picu Dentuman di Bandung

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi saat memberikan keterangan di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu, 5 September 2026. Foto: Antara.

Gas Metana Danau Purba Diduga Picu Dentuman di Bandung

Muhammad Adyatma Damardjati • 5 September 2026 13:50

Jakarta: Suara dentuman terdengar di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk kawasan Bandung Raya sepanjang Jumat, 4 September 2026 hingga Sabtu dini hari, 5 September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menduga suara tersebut berasal dari aktivitas pelepasan gas metana dari endapan Danau Purba Bandung yang memicu fenomena gempa langit atau skyquake.

"Ada literatur yang menjawab bahwa aktivitas skyquake tadi mungkin karena adanya aktivitas gas metana yang ada di Danau Purba," ujar Kepala Stasiun Geofisika Bandung, Suaidi Ahadi, dalam konferensi pers, Sabtu, 5 September 2026.

Hipotesis ini menyusul nihilnya rekaman anomali cuaca maupun pergerakan tektonik dari seluruh instrumen pemantauan pada saat kejadian. Secara catatan geologis, wilayah Cekungan Bandung Raya memang berdiri di atas lahan bekas Danau Purba yang menyimpan jejak material endapan di bawah permukaan tanahnya.

"Kota Bandung dan sekitarnya itu berkembang di atas Danau Purba. Tentunya Danau Purba itu menghasilkan endapan-endapan danau yang terjebak dan ada jejak-jejaknya di daerah Gedebage, Rancaekek, dan lain-lain," ujar Suaidi.


Ilustrasi Kota Bandung. Foto: dok. Antara. 

Untuk memastikan kebenaran teori pelepasan gas alam tersebut, BMKG mendorong adanya penelitian lanjutan yang lebih spesifik. Proses pembuktian hipotesis geologis ini akan dikoordinasikan dengan institusi yang memiliki kewenangan penuh di bidang pemetaan struktur tanah dan vulkanologi.

"Kita perlu adanya kajian yang lebih detail. Ini mungkin bisa didiskusikan dengan rekan-rekan kita di Badan Geologi, PVMBG, dan di BRIN," kata Suaidi.

(Gabriella Thesa Widiari)