Alasan Danantara Pilih Bali untuk Proyek PSEL

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. Foto: Dok Metro TV

Alasan Danantara Pilih Bali untuk Proyek PSEL

Eko Nordiansyah • 8 July 2026 14:58

Bali: Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan alasan Bali dipilih untuk pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Salah satunya adalah karena Bali saat ini sedang mengalami masalah darurat sampah.

"Bali adalah salah satu kota, wilayah yang memang sudah masuk dalam kategori darurat sampah," kata Rosan usai peresmian pembangunan PSEL Denpasar Raya, Bali, Rabu, 8 Juli 2026.

Sebagai salah satu showcase Indonesia yang ditonjolkan kepada dunia, masalah sampah di Bali menjadi persoalan yang serius. Untuk itu, Rosan mengatakan, perlu suatu teknologi yang bisa menyelesaikan masalah sampah, namun dengan multiplier effect yang besar.

"Tidak semata-mata hanya pengolahan sampah, tapi multiplier effect-nya terhadap Bali itu dan terhadap perekonomian tidak hanya di Bali, tetapi juga di Indonesia sangat signifikan. Termasuk juga penciptaan lapangan pekerjaannya," ujar dia.



(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Proyek masuk fase pembangunan

Pengembangan proyek sejak diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 ini kini memasuki tahapan penting melalui penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) dan peresmian pembangunan.

"Hari ini PSEL Denpasar Raya memasuki fase penting melalui agenda penandatanganan Power Purchase Agreement dan peresmian pembangunan PSEL. Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia yang dimulai dari Denpasar Raya," kata Chief Executive Officer PT Danantara Infrastructure Management (DIM) Pandu Sjahrir.

PSEL Bali dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan Europe Industrial Emission Directive atau EU IED.

Proyek ini ditargetkan mampu mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun atau lebih dari 40 persen timbulan sampah Bali akan terolah.

Dari sisi lingkungan, PSEL Bali juga diproyeksikan dapat menurunkan emisi sampah dari tempat pembuangan akhir hingga 80 persen dan mengurangi emisi karbon sebesar 640 ribu ton CO2 per tahun.

(Eko Nordiansyah)