Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Foto: dok. MPR RI.
Ketua MPR bakal Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei di Iran
Gabriella Thesa Widiari • 7 July 2026 11:40
Jakarta: Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dijadwalkan menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Kamis, 9 Juli 2026. Dia hadir karena diutus Presiden Prabowo Subianto sebagai perwakilan resmi pemerintah Indonesia.
"Kami merupakan representasi resmi pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia yang turut berduka cita atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran," kata Muzani, dilansir dari Antara, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurut dia, proses keberangkatan delegasi Indonesia ke Iran saat ini masih dimatangkan Kementerian Luar Negeri.
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono berencana menghadiri langsung upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei sebagai perwakilan dari Indonesia. Ketua MPR RI Ahmad Muzani juga akan ikut dalam rombongan untuk menghadiri upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
Sugiono menjelaskan awalnya Pemerintah Indonesia menerima undangan dari Pemerintah Iran. Saat itu, Indonesia menyatakan Duta Besar RI di Teheran yang akan hadir mewakili Indonesia dalam rangkaian acara penghormatan Almarhum Ayatollah Ali Khamenei.
Keputusan kala itu diambil berdasarkan pertimbangan teknis, seperti melakukan persiapan menerima kunjungan kenegaraan sejumlah kepala negara dan kepala pemerintahan negara lain ke Jakarta. Pejabat tinggi negara juga telah memiliki agenda sehingga tidak memungkinkan berangkat ke Teheran.
“Dengan berbagai pertimbangan teknis, karena pada saat itu juga kita melakukan persiapan kunjungan-kunjungan kenegaraan di Indonesia dan beberapa pejabat kunci memiliki kesibukan yang tidak memungkinkan untuk ke sana," ujar Sugiono.
Delegasi dari puluhan negara memberikan penghormatan di prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran, Iran, Sabtu, 4 Juli 2026. (Anadolu Agency).
Pada 2 Juli 2026, Pemerintah Indonesia memperoleh informasi Pemerintah Iran hanya memberi akses kepada pejabat di atas duta besar. Pada saat itu, Pemerintah Indonesia tidak mengirim pengganti akibat keterbatasan waktu.Kemudian, Pemerintah Indonesia berkoordinasi dengan Pemerintah Iran untuk mengirim perwakilan dari Jakarta guna menghadiri upacara pemakaman pada 9 Juli 2026.
Koordinasi dilakukan mengenai waktu dan tempat acara yang bisa diikuti perwakilan dari Indonesia. Pasalnya, ada sejumlah rangkaian acara penghormatan selain upacara pemakaman.
“Kami masih menunggu jawaban waktu dan tempat di mana kita bisa menghadiri upacara pemakaman tersebut. Seperti kita ketahui juga bahwa ada prosesi yang dilakukan terkait dengan rangkaian acara dari pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran," ucap Sugiono.