Seluruh Pihak Diminta Bantu Sukseskan Masa Pengenalan Sekolah Rakyat

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Foto: Antara.

Seluruh Pihak Diminta Bantu Sukseskan Masa Pengenalan Sekolah Rakyat

Anggi Tondi Martaon • 3 July 2026 08:38

Jakarta: Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meminta kepada seluruh unit kerja untuk bahu-membahu menyukseskan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat. Tahapan tersebut bakal diselenggarakan pada 14 Juli 2026.

Arahan tersebut secara khusus disampaikan Gus Ipul pada rapat koordinasi kesiapan MPLS Sekolah Rakyat pada Kamis, 2 Juli 2026, yang secara khusus membahas empat klaster kesiapan. Klaster pertama membahas kesiapan fisik, sarana prasarana, dan perlengkapan di Sekolah Rakyat. 

Adapun klaster kedua membahas kesiapan migrasi dan rekrutmen siswa, klaster ketiga membahas kesiapan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan, serta klaster keempat membahas kesiapan pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat.   

"Karena ini menjadi kepentingan seluruh Kementerian Sosial bukan hanya tanggung jawab satu pihak saja, jadi semua harus tahu, semua harus terlibat, semua harus ikut mendengarkan, dan semua harus berkontribusi," kata Gus Ipul dikutip dari Antara, Jumat, 3 Juli 2026.

Selain unit kerja di Kemensos, Gus Ipul meminta para kepala sentra ikut mengawal proses perpindahan siswa dari Sekolah Rakyat Rintisan ke Sekolah Rakyat Permanen. Ia juga mengingatkan agar sarana yang ditinggalkan di lokasi sebelumnya tetap dirawat.

"Jangan sampai kursi, bangku, dan perlengkapan lainnya masih ditinggalkan di sana menjadi rusak. Semua itu harus dirawat. Jangan sampai ada yang hilang," ungkap Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan enam arahan untuk memperkuat kesiapan pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat. Di antaranya mengaktifkan kembali Sekber Sekolah Rakyat dan Satker terkait serta memastikan kesiapan perpindahan SR Rintisan ke SR Permanen dan pelaksanaan MPLS dengan target 14 Juli 2026.

Selanjutnya, melaksanakan simulasi menyeluruh perpindahan SR Rintisan ke SR Permanen. Simulasi dimulai dengan uji coba di satu titik SR Permanen sebelum diterapkan di seluruh sekolah, mempercepat distribusi perlengkapan sekolah dan pengadaan perlengkapan siswa baru, serta memastikan tidak ada keterlambatan maupun penyimpangan dalam proses pengadaan.

Ilustrasi Sekolah Rakyat. Foto: MI.

Kemudian, meningkatkan koordinasi dengan Kementerian PU terkait alih pengetahuan pengelolaan sarana dan prasarana SR Permanen meliputi listrik, air bersih, keamanan gedung, dan fasilitas pendukung lainnya, mengaktifkan kembali Gugus Tugas Pengendalian untuk mengatasi hambatan menjelang 14 Juli, menyusun mitigasi risiko, serta memastikan setiap titik Sekolah Rakyat memiliki PIC yang memantau kesiapan.

Terakhir, memetakan kebutuhan anggaran tambahan untuk mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Pemetaan anggaran tambahan dilakukan jika dibutuhkan.

"Saya berharap turun tangan semua ini. Turun tangan, bukan tangan turun ya. Turun tangan," ucap Gus Ipul menegaskan.

MPLS Sekolah Rakyat akan dilaksanakan pada 14-31 Juli 2026. Setelah itu, masa matrikulasi dijadwalkan berlangsung pada 3 Agustus sampai 30 September 2026.

Rangkaian kegiatan MPLS akan mencakup pengenalan sekolah, pemeriksaan kesehatan, pengenalan tata tertib, kegiatan pembentukan karakter, dan kegiatan pendukung lain.

(Anggi Tondi)