Progres pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Bogor. Foto: dok Brantas Abipraya.
Brantas Abipraya: Progres Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor Capai 81,42%
Husen Miftahudin • 30 June 2026 17:07
Jakarta: PT Brantas Abipraya (Persero) menyampaikan, hingga 28 Juni 2026, progres fisik pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, telah mencapai 81,42 persen.
Sebagai kontraktor pelaksana, Brantas Abipraya menyampaikan pembangunan tersebut kini memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing) dan ditargetkan siap beroperasi pada Juli 2026 untuk menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat.
"Brantas Abipraya percaya pembangunan infrastruktur tidak hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi bagi lahirnya generasi unggul Indonesia," tegas Dian seperti dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 30 Juni 2026.
"Melalui pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor, kami terus menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, aman, dan selesai tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat sehingga proyek ini dapat berjalan sesuai target meskipun menghadapi tantangan kondisi medan yang cukup berat," jelas Dian menambahkan.
Dian mennyampaikan, Brantas Abipraya terus mengakselerasi penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor ini. BUMN konstruksi ini memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor berjalan sesuai target dengan tetap mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan kerja, dan ketepatan waktu.
Beragam fasilitas modern dibangun secara terintegrasi dalam satu kawasan, meliputi gedung sekolah untuk setiap jenjang pendidikan, asrama putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, kantin, lapangan olahraga, ruang terbuka hijau, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang dirancang untuk menunjang proses belajar mengajar secara optimal.
Dibangun di atas lahan seluas 6,96 hektare dengan kontur perbukitan pada ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut (MDPL), kawasan pendidikan terpadu ini dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Kehadiran panorama pegunungan yang mengelilingi kawasan memberikan suasana belajar yang nyaman sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.
| Baca juga: Pemerintah Pastikan Program di Sektor Pendidikan Berjalan Terintegrasi |

(Progres pembangunan sekolah rakyat di Kabupaten Bogor. Foto: dok Brantas Abipraya)
Terapkan perencanaan konstruksi yang matang
Pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor memiliki tantangan tersendiri karena lokasi proyek sebelumnya merupakan kawasan hutan dengan kondisi lahan berkontur dan kemiringan lereng yang cukup ekstrem.
Sebelum konstruksi dimulai, tim proyek harus melakukan pekerjaan pematangan lahan melalui metode cut and fill selama kurang lebih dua bulan. Selain itu, tingginya intensitas hujan serta akses menuju lokasi yang terbatas turut menjadi tantangan dalam proses mobilisasi material dan pelaksanaan konstruksi.
Untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan optimal, Brantas Abipraya menerapkan perencanaan konstruksi yang matang, penguatan koordinasi di lapangan, serta penerapan standar keselamatan dan mutu secara konsisten.
Saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap finishing bangunan serta penguatan dinding penahan tanah (retaining wall) guna menjamin keamanan kawasan yang berada di area perbukitan.
Pembangunan proyek ini melibatkan sekitar 960 tenaga kerja serta mendapat dukungan 25 personel TNI-AD Teritorial Pembangunan (TP). Kolaborasi tersebut menjadi wujud sinergi dalam mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Jasinga dan sekitarnya.
"Ke depan, Brantas Abipraya akan terus menghadirkan karya-karya infrastruktur yang berkualitas, tepat mutu, tepat waktu, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing," tutup Dian.