Pemerintah Pastikan Program di Sektor Pendidikan Berjalan Terintegrasi

Dialog pendidikan di program Newsline Metro TV dengan tema Perkuat Ekosistem Pendidikan Nasional, Pemerintah Pastikan Sekolah Rakyat, Sekolah Negeri, dan Sekolah Garuda Berjalan Terintegrasi.

Pemerintah Pastikan Program di Sektor Pendidikan Berjalan Terintegrasi

Arga Sumantri • 25 June 2026 18:28

Jakarta: Pemerintah menegaskan program Sekolah Rakyat, Sekolah Negeri, dan Sekolah Garuda merupakan satu kesatuan ekosistem yang dirancang untuk saling melengkapi, bukan saling menggantikan. Langkah itu dilakukan dalam upaya mewujudkan target Asta Cita ke-4 di sektor pendidikan.

Pernyataan ini disampaikan dalam dialog interaktif dalam program Newsline Metro TV yang membahas tentang sinergi peningkatan kualitas pendidikan nasional, Kamis, 25 Juni 2026. 

Tenaga Ahli Menteri Sosial, Andy Kurniawan, menegaskan Sekolah Rakyat hadir sebagai wujud nyata kehadiran negara bagi kelompok invisible people atau masyarakat yang selama ini terkendala akses pendidikan akibat hambatan sosial-ekonomi yang kompleks.

"Sekolah Rakyat bukan program yang berdiri sendiri. Ini adalah bentuk afirmasi negara yang terintegrasi dengan berbagai instansi terkait," 

Praktiknya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyusun kurikulum. Kemudian, Kementerian PUPR membangun fasilitas fisik, sementara pemerintah daerah menyediakan lahan. 

"Semuanya bekerja dalam satu ekosistem pendidikan yang utuh bersama sekolah negeri dan Sekolah Garuda," ujar Andy.

Andy menambahkan, pemerintah telah menetapkan peta jalan ekspansi yang terukur dengan target pembangunan 100 titik sekolah baru setiap tahun hingga mencapai 500 titik pada 2029. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada bangku sekolah, tetapi juga pemberdayaan ekonomi keluarga siswa melalui program bantuan sosial dan Koperasi Desa Merah Putih, agar keluarga siswa ikut 'naik kelas' secara sosial dan ekonomi.

Menurut Andy,  masa depan pendidikan Indonesia diharapkan bisa berujung pada target Indonesia Emas 2045, serta anak didik juga secara langsung merasakan masa depan yang lebih cerah.

Ia menjelaskan ada tiga kata kunci yang mudah sekali dipahami untuk bisa menjiwai apa itu Sekolah Rakyat. Pertama, Sekolah Rakyat itu adalah memuliakan wong cilik. "Kita sudah lama sekali berutang kepada mereka yang tidak mampu, maka kita harus hadir. Negara harus hadir," tegas dia.

Kedua, menjangkau kelompok yang selama ini belum terjangkau. Ketiga, menepis stigma yang selama ini tumbuh yakni anggapan kelompok miskin tidak bisa maju.

"Kita hapus stigma itu. Kita yakinkan mereka bisa bersaing, mereka bisa merubah keluarganya, mereka bisa jadi agen perubahan. Dan mereka bisa berkontribusi bagi negara," tegas Andy.

Ilustrasi program sekolah rakyat. Foto: Dok Kemensos

Strategi Keadilan Pendidikan

Pengamat Pendidikan Alpha Amirrachman menilai pembagian peran antara Sekolah Negeri, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Garuda merupakan strategi keadilan yang sangat ideal untuk mengatasi kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia. Kebijakan pendidikan berlapis ini dinilai terobosan krusial untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi bagi 3,4 juta anak yang terjebak dalam lingkaran kemiskinan ekstrem.

"Dengan kolaborasi antar-kementerian yang semakin solid dalam penyelarasan kurikulum dan standardisasi mutu, kita sedang membangun fondasi SDM yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan memiliki keterampilan relevan seperti literasi AI dan data science," jelas Alpha. 

Pemerintah optimistis melalui kolaborasi lintas sektoral ini, Indonesia dapat mempercepat transformasi pendidikan menuju Generasi Emas 2045. Kehadiran berbagai jalur pendidikan tersebut dipastikan tidak akan mengurangi prioritas pemerintah dalam revitalisasi sekolah negeri secara massal, melainkan justru memperluas jangkauan layanan pendidikan agar tidak ada lagi anak bangsa yang tertinggal.

(Arga Sumantri)