Layanan Ekspedisi TransJatim Segera Hadir di Malang Raya

Arsip Foto - Belasan bus TransJatim koridor 8 Malang-Batu terparkir di kawasan Balai Kota Malang, Kota Malang, Jawa Timur ketika peresmian operasional, Kamis, 20 November 2025. ANTARA/Ananto Pradana

Layanan Ekspedisi TransJatim Segera Hadir di Malang Raya

Silvana Febiari • 5 July 2026 19:59

Malang: Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim) akan menghadirkan jasa ekspedisi di Malang Raya sebagai bagian pengembangan dari sistem pelayanan bus TransJatim. Peluncuran layanan ekspedisi yang diberi nama TransJatim Ekspedisi (Tradisi) direncanakan berbarengan dengan pembukaan Koridor II Malang Raya.

"Kami merencanakan target koridor dua selesai dan layanan Tradisi juga selesai jadi berbarengan pada Oktober 2026, kalau tidak ada kendala," kata Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim Cito Eko Yuly Saputro, dilansir dari Antara, Minggu, 5 Juli 2026. 

Layanan TransJatim saat ini telah beroperasi di kawasan Gerbangkertosusila. Wilayah layanannya meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan.


Cito menyampaikan dihadirkannya jasa ekspedisi di koridor Malang Raya menjadi langkah memperluas pelayanan dan memudahkan masyarakat dalam mengirimkan barang. Ia menyampaikan TransJatim Ekspedisi di Malang Raya juga bagian dari hasil evaluasi sistem operasional layanan yang dilakukan untuk wilayah Gerbangkertosusila.

Dishub menilai konsep pool to pool yang diterapkan sebagai sistem pengantaran dan penerimaan barang di kawasan Gerbangkertosusila belum sepenuhnya efektif. Pasalnya, masyarakat masih harus mengambil paket secara mandiri di terminal, meski layanan tersebut mendapat antusiasme yang cukup tinggi.

Sedangkan, layanan TransJatim Ekspedisi di Malang Raya akan menerapkan konsep point to point. Melalui skema ini, paket akan diantarkan langsung oleh kurir dari titik penurunan barang di terminal ke rumah penerima.


Bus Trans Jatim Koridor Malang. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq


Saat ini, pihaknya masih terus berkomunikasi dengan perusahaan pelayanan on-demand swasta dan PT Pos untuk membahas kerja sama penyediaan tenaga untuk melayani pengantaran barang langsung ke rumah. "Sehingga sekalipun pengguna layanan ini tidak naik bus TransJatim, dia tetap bisa mengirimkan barangnya lewat Tradisi," ucapnya.

Dishub Jawa Timur menyampaikan tarif pengantar barang akan dihitung per kilometer sebesar Rp2.500. "Tarifnya yang kami terapkan bersifat all in untuk semua wilayah di Jawa Timur," tuturnya.

(Silvana Febiari)