Bukan Hanya Soal Hilal, Sidang Isbat Tetap Penting Digelar

Pengamatan hilal. Foto Metrotvnews.com

Bukan Hanya Soal Hilal, Sidang Isbat Tetap Penting Digelar

Muhamad Marup • 19 March 2026 13:56

Jakarta: Penentuan hari raya Idulfitri 1447 H/2026 M kerap jadi perhatian publik. Kamis, 19 Maret 2026, Kementerian Agama (Kemenag) mengadakan sidang isbat untuk melihat posisi hilal.

Melansir laman Metrouniv.ac.id, proses pengamatan hilal hanya jadi salah satu tujuan sidang isbat. Lebih dari itu, sidang isbat memiliki posisi penting bagi umat islam, khususnya di Indonesia.

Sidang isbat bukan hanya kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun, tetapi merupakan bagian dari sistem keagamaan yang memiliki dimensi akademik, sosial, dan spiritual yang mendalam.

Kerukunan Umat

Dengan adanya sidang isbat, umat Islam di Indonesia dapat beribadah dengan kepastian hukum yang jelas dan seragam. Di dalam sistem hukum Islam, otoritas pemerintah dalam menetapkan awal bulan hijriyah sangat diperlukan demi menjaga kesatuan umat.

Keputusan ini bersifat mengikat untuk menghindari perpecahan dan memastikan keseragaman dalam ibadah. Dalam teori hukum Islam, konsep saddu dzari’ah (mencegah potensi perpecahan) menjadi salah satu landasan dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah.

Sains dan Agama

Penyelenggaraan sidang isbat juga menunjukkan bagaimana sains dan agama dapat berjalan beriringan dalam sistem hukum Islam. Penggabungan metode pengamatan hilal dan hisab dalam sidang isbat, penentuan awal bulan hijriyah menjadi lebih komprehensif dan dapat diterima oleh berbagai kalangan.


Pengamatan hilal. Foto MI

Pelaksanaan pengamatan hilal dan sidang isbat menjelang pada bulan Ramadan etap memiliki urgensi yang tinggi, meskipun secara astronomi hilal berada di bawah ufuk. Pengamatan hilal tidak hanya berfungsi sebagai verifikasi ilmiah terhadap hasil hisab, tetapi juga merupakan ibadah yang memiliki nilai spiritual.

Sementara itu, sidang isbat tetap perlu diadakan untuk memberikan kepastian hukum dan menjaga kesatuan umat dalam merayakan Idulfitri. Dengan kombinasi antara metode ilmiah dan pendekatan syariat, umat Islam di Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan penuh keyakinan dan tanpa keraguan.

Dengan terus mempertahankan metode ini, Indonesia menunjukkan bagaimana tradisi Islam dapat berjalan seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)