Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan Cegah Banjir Jakarta

Ilustrasi operasi modifikasi cuaca. Foto: BNPB.

Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan Cegah Banjir Jakarta

Rona Marina Nisaasari • 16 January 2026 14:20

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerapkan rekayasa cuaca untuk wilayah DKI Jakarta. Rekayasa dilakukan sejak 13 Januari 2026.

“Betul, sudah terlaksana sejak tanggal 13 Januari kemarin. Posko di Lanud Halim Perdanakusuma,” Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo, dikutip dari pesan teks kepada Metrotvnews.com, Jumat, 16 Januari 2026.

Modifikasi cuaca ini dilakukan untuk mencegah potensi banjir yang kerap terjadi di Ibu Kota. Rencana rekayasa cuaca dilakukan selama sepekan lebih.

“Rencana sampai tanggal 22 Januari, tapi realisasinya menyesuaikan eskalasi ancaman berdasarkan prediksi cuaca yg diupdate setiap hari,” ungkap Budi.

Baca Juga :

BMKG Prediksi Hujan Sedang-Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Sepekan ke Depan

Sementara itu, Direktur Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani, menyampaikan pihaknya terus memantau perkembangan cuaca secara intensif. BMKG juga rutin menyampaikan peringatan dini.

Andri meyampaikan peringatan dini disampaikan apabila teridentifikasi potensi hujan dengan intensitas lebat atau berdurasi panjang. Sebab, dapat meningkatkan risiko banjir terutama di wilayah Jakarta.

“Hujan dengan intensitas sedang di Jakarta tidak serta-merta menyebabkan banjir hingga berhari-hari. Potensi genangan atau banjir tetap bergantung pada sejumlah faktor pendukung yaitu durasi hujan, kondisi drainase dan sungai, hingga kondisi pasang laut (rob),”  kata Andri kepada Metrotvnews.com, Jumat, 16 Januari 2026.

Ilustrasi cuaca. Foto: Medcom.id.

Sementara itu, hujan sedang yang berlangsung lama atau terjadi berulang dalam waktu berdekatan dapat meningkatkan akumulasi air penyebab banjir.

Untuk tiga hari ke depan, warga Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Kabupaten Bekasi, Bekasi Kota, dan Kabupaten Bogor dapat mewaspadai hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin memantau informasi resmi BMKG. Warga juga diminta tetap waspada terhadap potensi dampak hidrometeorologi, terutama di wilayah rawan genangan atau banjir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)