Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani/Metro TV/Kautsar
Rosan: Presiden Ingin Investasi Tumbuhkan Lapangan Kerja Berkualitas
Kautsar Widya Prabowo • 21 April 2026 19:59
Jakarta: Menteri Investasi Rosan Roeslani melaporkan realisasi investasi kuartal pertama 2026, kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberi perhatian khusus pada kualitas penciptaan lapangan kerja dari investasi.
Rosan menyampaikan, arahan Presiden menekankan bahwa investasi tidak hanya mengejar angka realisasi. Tetapi, harus berdampak langsung menyerap tenaga kerja.
“Pesan dari Bapak Presiden, investasi yang masuk ini dari segi penciptaan lapangan pekerjaannya juga harus tumbuh secara baik, benar, dan juga berkualitas,” ujar Rosan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa, 21 April 2026.
Menurutnya, pemerintah diminta untuk mempercepat seluruh proses yang berkaitan dengan investasi, termasuk memangkas regulasi yang dinilai menghambat. Presiden juga menyoroti pentingnya menyederhanakan perizinan teknis agar tidak menjadi penghalang masuknya modal.
“Jangan sampai ada regulasi-regulasi kita yang justru menghambat. Pertek-pertek itu juga harus, kalau menghambat tidak perlu ada,” lanjutnya.
Selain itu, Prabowo juga meminta agar iklim investasi Indonesia terus ditingkatkan agar lebih kompetitif dibanding negara lain, khususnya di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah akan melakukan pembandingan (benchmarking) dengan standar negara-negara ASEAN hingga praktik terbaik dari negara anggota OECD.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani/Metro TV/Kautsar
Rosan menyampaikan realisasi investasi kuartal pertama mencapai Rp498,79 triliun atau 100,36 persen dari target Rp497 triliun. Angka itu meningkat 7,22 persen dari tahun sebelumnya.
Capaian ini juga diikuti peningkatan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 706.569 orang, atau tumbuh 18,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.