Gubernur Papua: Sinergi Pemerintah Pusat-Daerah Kunci Wujudkan Asta Cita

Upacara peringatan Hari Otonomo Daerah di Papua. Istimewa.

Gubernur Papua: Sinergi Pemerintah Pusat-Daerah Kunci Wujudkan Asta Cita

Arga Sumantri • 28 April 2026 08:21

Jayapura: Gubernur Papua, Matius Fakhiri, mengungkapkan sinkronisasi pemerintah pusat dan daerah kunci mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, dengan inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan tata kelola yang baik, daerah akan mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional.

Hal ini disampaikan Fakhiri saat membacakan amanat tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX Tahun 2026 di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Papua, Senin, 27 April 2026. 

Kegiatan bertajuk 'Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita' itu diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat.

Fakhiri menegaskan bahwa semangat otonomi daerah harus menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya di Tanah Papua.

"Otonomi daerah bukan sekadar pelimpahan kewenangan, tetapi ruang untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, memperkuat kemandirian daerah, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua,” ujar Fakhiri dalam keterangannya, Selasa, 28 April 2026.

Ia menegaskan bahwa selama tiga dekade, otonomi daerah telah menjadi instrumen penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ada enam langkah strategis yang harus dilakukan daerah, mulai integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil, penguatan kemandirian fiskal, kolaborasi antardaerah, fokus pada layanan dasar dan pengentasan ketimpangan, hingga penguatan stabilitas serta ketahanan daerah.

Selain itu, pemerintah daerah diminta untuk menyukseskan agenda strategis nasional. Agenda tersebut mencakup penguatan swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air, pengembangan kewirausahaan, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, penanganan stunting, hingga penguatan ekonomi lokal.

"Kemandirian fiskal, reformasi birokrasi, dan kolaborasi antardaerah merupakan pilar utama keberhasilan otonomi daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujar Fakhiri membacakan amanat Mendagri.

Momentum Hari Otda ini juga menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk memperkuat stabilitas daerah dan mendorong pembangunan yang merata hingga ke wilayah terpencil. Fakhiri menambahkan, Papua memiliki potensi besar yang harus terus dioptimalkan.

“Papua siap mengambil peran dalam mendukung ketahanan pangan, menjaga stabilitas, dan menghadirkan pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini diharapkan tidak hanya menjadi refleksi atas capaian desentralisasi di Indonesia. Melainkan, jadi pijakan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan adaptif menghadapi tantangan global, sejalan dengan visi mewujudkan Asta Cita dan kemajuan Indonesia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Arga Sumantri)