Trump Kirim Dua Utusan Khusus ke Pakistan, Muncul Harapan Dialog Baru dengan Iran

Utusan Khusus AS Steve Witkoff. (Anadolu Agency)

Trump Kirim Dua Utusan Khusus ke Pakistan, Muncul Harapan Dialog Baru dengan Iran

Dimas Chairullah • 25 April 2026 10:47

Islamabad: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi mengirimkan dua utusan khususnya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Pakistan.

Langkah strategis ini bertepatan dengan kedatangan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di negara tersebut.

Manuver diplomatik ini memantik harapan akan digelarnya babak baru perundingan damai. Tujuannya tak lain untuk mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran, di tengah rapuhnya masa gencatan senjata dan memanasnya sengketa kendali Selat Hormuz.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa utusan AS dijadwalkan duduk bersama Araghchi. Pihaknya berharap pertemuan tatap muka ini dapat "memajukan proses menuju kesepakatan."

Kendati demikian, masih belum jelas apakah delegasi Iran benar-benar telah menyetujui pembicaraan langsung tersebut. Melalui akun X pribadinya, Araghchi hanya menyebut kunjungannya ke Islamabad, Muscat, dan Moskow murni untuk membahas masalah bilateral, tanpa menyinggung rencana pertemuan dengan AS.

Di sisi lain, laporan dari lapangan justru menunjukkan pesimisme. Jurnalis yang melaporkan langsung dari Teheran, Ali Hashem, menyebut seorang pejabat senior Iran telah memastikan bahwa tidak akan ada dialog langsung AS-Iran di Pakistan.

"Para mitra regional ini semuanya memiliki gagasan masing-masing tentang bagaimana menyelesaikan kebuntuan ini, tetapi untuk saat ini, Iran telah mengatakan bahwa mereka tidak akan bertemu untuk putaran pembicaraan baru," lapor Hashem, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu, 25 April 2026.

Fase Eksplorasi Awal

Menanggapi dinamika ini, reporter Al Jazeera di Washington, Mike Hanna, mengatakan utusan AS ini sebagai bagian dari proses bertahap. Ia menggambarkannya sebagai "fase eksplorasi awal" yang ke depannya dapat mengarah pada negosiasi tingkat tinggi jika situasinya memungkinkan.

Sementara itu, para negosiator utama dari putaran sebelumnya juga dipastikan absen. Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan tidak ikut ke Pakistan, meski disebut bersiaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dari pihak Iran, Ketua Parlemen sekaligus ketua delegasi perundingan sebelumnya, Mohammad Baqer Qalibaf, juga tidak tampak mendampingi Araghchi. Pihak parlemen membantah Qalibaf mengundurkan diri, namun membenarkan bahwa belum ada jadwal pembicaraan baru yang disepakati.

Hingga saat ini, kebuntuan dan saling sandera masih terjadi. Iran bersikeras tidak akan berhenti memblokir Selat Hormuz sebelum AS mencabut blokade pelabuhannya.

Alih-alih melunak, AS pada Jumat kemarin justru kembali menekan Teheran dengan membekukan aset kripto senilai USD344 juta guna melumpuhkan pergerakan dana negara tersebut.

Baca juga:  Tolak Resolusi Liga Arab, Iran Minta Negara Kawasan Tak Bantu Agresi AS-Israel

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)