Sejumlah calon penumpang penerbangan beraktivitas di kawasan Terminal 3 Bandara Internasional Soelarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten. (ANTARA/Azmi
Antisipasi Hantavirus, Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang dari Empat Negara
Lukman Diah Sari • 12 May 2026 10:52
Tangerang: Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, melakukan pengetatan pengawasan terhadap kedatangan pelaku perjalanan udara dari empat negara yang diantisipasi terjadinya penemuan kasus penularan Hantavirus.
"Jadi kami melakukan pengetatan pengawasan terhadap negara-negara yang sudah menemukan atau teridentifikasi ada virus Hanta," kata Kepala BBKK Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini di Tangerang, Selasa, 12 Mei 2026, melansir Antara.
"Jadi itu ada empat negara yang kami melakukan pengetatan ekstra kalau ada flight yang direct ke Soekarno-Hatta. Tapi tidak menutup kemungkinan nanti kalau ada yang baru, tentunya kami akan menambahkan ataupun mengoreksi gitu," ujarnya.
Dia mengatakan, untuk saat ini otoritas Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah kembali menerapkan standar kesehatan bagi pelaku perjalanan udara yang masuk ke Indonesia. Pihaknya akan melakukan langkah lanjut yaitu melakukan pemeriksaan oleh dokter, pendalaman pemeriksaan.
"Kami di Soekarno-Hatta sudah melakukan kesiapsiagaan. Yang pertama adalah melalui isian deklarasi kesehatan di aplikasi Satu Sehat. Dari situ kita nanti akan tahu risiko daripada pesawat itu, ada orang berisiko atau tidak. Yang kedua, begitu turun, itu ada pengamatan tanda dan gejala melalui thermal scanner dan observasi visual," jelasnya.

Evakuasi massal penumpang kapal MV Hondius yang terdampak hantavirus dimulai di dekat Kepulauan Canary, Spanyol, Minggu, 10 Mei 2026. (Anadolu Agency)
Menurut Naning, di Bandara Soetta memiliki jalur khusus evaluasi untuk penyakit menular. Nantinya jika terdapat penyakit menular yang teridentifikasi, pihaknya akan melakukan penanganan lebih lanjut.
"Kemudian kami juga punya namanya ambulans khusus penyakit menular. Karena orang yang kita bawa ini, yang mau kita rujuk ini adalah orang dengan penyakit menular," ucapnya.
Dia mengimbau kepada pelaku perjalanan udara agar selalu waspada dan menjaga protokol kesehatan. Pasalnya, Hantavirus ini penularannya melalui urin, air liur, serta kontaminasi dari tikus.
"Yang jelas untuk mencegah penularan kasus ini adalah dengan menjaga protokol kesehatan dan penguatan imun tubuh," kata dia.