Putin Klaim Rudal Balistik ICBM Baru Rusia Jadi yang Terkuat di Dunia

Presiden Rusia Vladimir Putin. (Anadolu Agency)

Putin Klaim Rudal Balistik ICBM Baru Rusia Jadi yang Terkuat di Dunia

Willy Haryono • 13 May 2026 18:06

Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin memuji peluncuran uji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) terbaru Rusia pada Selasa kemarin, yang merupakan bagian dari program modernisasi kekuatan nuklir Moskow di tengah perang dengan Ukraina.

Putin mengatakan rudal nuklir Sarmat akan mulai digunakan secara aktif pada akhir tahun ini, yang telah dikembangkan untuk menggantikan rudal era Soviet, Voyevoda.

“Ini adalah rudal terkuat di dunia,” kata Putin, seperti dikutip dari media AsiaOne, Rabu, 13 Mei 2026.

Ia mengklaim daya gabungan hulu ledak rudal Sarmat lebih dari empat kali lebih besar dibandingkan rudal sejenis milik negara Barat.

Sejak mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022, Putin berulang kali menyinggung kekuatan nuklir Rusia untuk memperingatkan negara Barat agar tidak meningkatkan dukungan militer kepada Ukraina. Beberapa hari lalu, usai parade militer di Lapangan Merah, Putin juga menyatakan konflik di Ukraina mulai mendekati akhir.

Triad Nuklir Rusia

Sejak berkuasa pada 2000, Putin terus memperbarui komponen triad nuklir Rusia, mulai dari rudal balistik antarbenua berbasis darat, kapal selam nuklir baru, hingga pesawat pengebom yang mampu membawa senjata nuklir. Langkah Rusia itu turut mendorong Amerika Serikat memodernisasi persenjataan nuklirnya.

Perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara Rusia dan Amerika Serikat berakhir pada Februari lalu. Kondisi itu membuat tidak ada lagi pembatasan terhadap dua arsenal nuklir terbesar dunia dan memicu kekhawatiran perlombaan senjata nuklir baru.

Rudal Sarmat yang dijuluki “Satan II” di Barat dikembangkan sejak 2011. Sebelum peluncuran terbaru, rudal itu hanya diketahui berhasil diuji satu kali dan sempat mengalami ledakan besar saat uji coba gagal pada 2024. Putin menyebut Sarmat memiliki ketepatan lebih tinggi dibandingkan Voyevoda dan mampu menempuh jarak lebih dari 35 ribu kilometer.

Putin juga menyinggung sejumlah senjata baru Rusia lain yang diumumkan sejak 2018. Salah satunya kendaraan luncur hipersonik Avangard yang diklaim mampu melaju 27 kali lebih cepat dari kecepatan suara dan kini sudah mulai digunakan militer Rusia.

Kekuatan Rudal Rusia

Selain itu, Rusia juga memiliki rudal balistik jarak menengah Oreshnik yang mampu menjangkau target hingga 5 ribu kilometer atau seluruh wilayah Eropa. Rudal tersebut telah digunakan dua kali untuk menyerang Ukraina dalam versi nonnuklir.

Putin turut mengumumkan Rusia hampir menyelesaikan pengembangan drone bawah laut Poseidon dan rudal jelajah Burevestnik bertenaga nuklir. Poseidon dirancang meledak di dekat garis pantai musuh dan memicu tsunami radioaktif, sedangkan Burevestnik diklaim memiliki jangkauan hampir tanpa batas karena menggunakan tenaga nuklir.

Menurut Putin, pengembangan berbagai senjata baru itu merupakan respons Rusia terhadap sistem pertahanan rudal Amerika Serikat yang dibangun setelah Washington keluar dari perjanjian pembatasan pertahanan rudal era Perang Dingin pada 2001.

“Kami dipaksa mempertimbangkan keamanan strategis kami dalam menghadapi realitas baru dan kebutuhan menjaga keseimbangan kekuatan strategis,” ujar Putin. (Keysa Qanita)

Baca juga:  Putin Hadiri Parade Hari Kemenangan, Yakin Rusia Akan Menang di Ukraina

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)