Putin Hadiri Parade Hari Kemenangan, Yakin Rusia Akan Menang di Ukraina

Vladimir Putin yakin Rusia akan menang di Ukraina saat memimpin parade Hari Kemenangan di Moskow, Sabtu, 9 Mei 2026. (Anadolu Agency)

Putin Hadiri Parade Hari Kemenangan, Yakin Rusia Akan Menang di Ukraina

Willy Haryono • 10 May 2026 08:49

Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keyakinannya atas kemenangan Rusia di Ukraina saat menghadiri parade militer Hari Kemenangan di Lapangan Merah, Moskow pada Sabtu, 9 Mei 2026, untuk memperingati kekalahan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Parade tahun ini berlangsung dengan pengamanan ketat dan dihadiri sejumlah pemimpin asing. Acara tersebut digelar dalam format yang lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya, di tengah gencatan senjata tiga hari yang dimediasi Amerika Serikat guna mengurangi potensi gangguan dari serangan Ukraina.

“Kemenangan selalu dan akan selalu menjadi milik kita,” kata Putin di hadapan pasukan yang berbaris di Lapangan Merah.

“Kunci keberhasilan adalah kekuatan moral, keberanian, persatuan, dan kemampuan kami untuk bertahan serta mengatasi tantangan apa pun,” lanjutnya, seperti dikutip dari Washington Times, Minggu, 10 Mei 2026.

Dalam perubahan yang mencolok, parade tahun ini tidak menampilkan tank, rudal, maupun persenjataan berat lainnya untuk pertama kalinya dalam hampir dua dekade terakhir. Parade hanya menampilkan atraksi terbang jet tempur tradisional.

Pejabat Rusia menyebut perubahan format dilakukan karena “situasi operasional saat ini” serta ancaman serangan Ukraina. Media pemerintah Rusia juga menyatakan persenjataan berat lebih dibutuhkan di medan perang Ukraina.

Untuk pertama kalinya, parade tersebut turut menampilkan pasukan Korea Utara. Kehadiran mereka disebut sebagai bentuk penghormatan terhadap Pyongyang yang mengirim tentaranya untuk membantu pasukan Rusia menghadapi serangan Ukraina di wilayah Kursk.

Gencatan Senjata Rusia-Ukraina

Rusia sebelumnya mendeklarasikan gencatan senjata sepihak pada Jumat dan Sabtu. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan gencatan senjata yang seharusnya dimulai pada 6 Mei. Namun, kedua pihak saling menuduh melanggar kesepakatan dengan terus melancarkan serangan.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat mengatakan Rusia dan Ukraina telah menyetujui permintaannya untuk melakukan gencatan senjata dari Sabtu hingga Senin serta pertukaran tahanan. Trump menyebut jeda konflik itu bisa menjadi “awal dari akhir” perang.

Zelenskyy sebelumnya mengatakan otoritas Rusia “takut drone berdengung di atas Lapangan Merah” pada peringatan Hari Kemenangan 9 Mei.

Setelah pernyataan Trump, Zelensky mengeluarkan dekret bernada sindiran yang “mengizinkan” Rusia menggelar parade Hari Kemenangan pada Sabtu dan menyatakan Lapangan Merah untuk sementara tidak menjadi target serangan Ukraina.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menanggapi pernyataan itu sebagai “lelucon konyol.”

“Kami tidak membutuhkan izin siapa pun untuk bangga terhadap Hari Kemenangan kami,” kata Peskov kepada wartawan.

Baca juga:  Putin Sebut Tentara Rusia Hadapi Kekuatan Agresif yang Didukung NATO

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)