Presiden Rusia Vladimir Putin. (Anadolu Agency)
Putin Sebut Tentara Rusia Hadapi Kekuatan Agresif yang Didukung NATO
Willy Haryono • 9 May 2026 17:52
Moskow: Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa tentaranya saat ini sedang menghadapi “kekuatan agresif” yang dipersenjatai dan didukung penuh oleh Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Pernyataan itu disampaikan Putin di pidato parade Victory Day di Lapangan Merah Moskow pada Sabtu, 9 Mei 2026, dalam rangka memperingati kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II.
Dikutip dari media Anadolu Agency, Putin mengatakan “generasi para pemenang” menjadi inspirasi bagi tentara Rusia yang menjalankan tugas dalam “operasi militer khusus” saat ini.
Ia juga menyebut para ilmuwan dan insinyur Rusia tengah mengembangkan persenjataan canggih serta memperluas produksi massal dengan memanfaatkan pengalaman tempur modern.
Berbicara mengenai Perang Dunia II, Putin menegaskan rakyat Soviet memberikan kontribusi menentukan dalam mengalahkan Nazisme dan menyelamatkan negara mereka serta dunia.
Parade tersebut dihadiri sejumlah pemimpin asing, termasuk Presiden Belarus Alexander Lukashenko, Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, Presiden Laos Thongloun Sisoulith, dan Raja Malaysia Sultan Ibrahim Iskandar.
Personel yang terlibat dalam “operasi militer khusus” Rusia, taruna dari institusi pendidikan militer tinggi, serta anggota berbagai cabang Angkatan Bersenjata Rusia turut ambil bagian dalam parade tersebut.
Selain itu, personel militer dari Korea Utara juga terlihat mengikuti parade.
Gencatan Senjata Rusia-Ukraina
Menjelang peringatan tersebut, Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin mengumumkan usulan gencatan senjata dua hari untuk perayaan Victory Day pada 8-9 Mei.Moskow juga memperingatkan Ukraina akan menghadapi respons rudal “besar-besaran” jika perayaan terganggu.
Di hari yang sama, Ukraina mengumumkan gencatan senjata sepihak yang mulai berlaku pada tengah malam Selasa. Namun, kedua pihak kemudian saling menuduh melanggar gencatan senjata yang diumumkan secara terpisah oleh Rusia dan Ukraina.
Pada Jumat, Presiden AS Donald Trump mengatakan melalui platform Truth Social bahwa Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan senjata serta pertukaran 1.000 tawanan perang untuk masing-masing pihak.
Trump juga menyampaikan apresiasinya kepada Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky atas kesepakatan tersebut.
“Mudah-mudahan ini menjadi awal dari berakhirnya perang yang sangat panjang, mematikan, dan penuh pertempuran sengit. Pembicaraan untuk mengakhiri konflik besar ini terus berlanjut dan kita semakin dekat setiap harinya,” ujar Trump.
Baca juga: Rusia-Ukraina Sepakati Gencatan Senjata Tiga Hari dan Pertukaran Tawanan