Rusia-Ukraina Sepakati Gencatan Senjata Tiga Hari dan Pertukaran Tawanan

Perang Rusia-Ukraina telah meletus sejak Februari 2022. (Anadolu Agency)

Rusia-Ukraina Sepakati Gencatan Senjata Tiga Hari dan Pertukaran Tawanan

Willy Haryono • 9 May 2026 14:56

Washington: Pemerintah Rusia dan Ukraina pada Jumat, 8 Mei 2026, mengonfirmasi kesepakatan gencatan senjata selama tiga hari serta pertukaran tawanan perang.

Kesepakatan ini tercapai setelah para pemimpin kedua negara berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengumumkan bahwa kedua negara setuju untuk menghentikan konflik mulai Sabtu hingga Senin mendatang.

Selain itu, Rusia dan Ukraina akan melakukan pertukaran masing-masing 1.000 tawanan yang ditangkap selama empat tahun masa perang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengonfirmasi kesepakatan tersebut melalui unggahan di X dan menyatakan telah menginstruksikan timnya untuk segera menyiapkan proses pertukaran.

Asisten Presiden Rusia, Yuri Ushakov, juga membenarkan kesepakatan itu dan menyebut Presiden Vladimir Putin menerima serta menyambut baik langkah tersebut.

Kesepakatan ini tercapai kurang dari sehari sebelum Rusia merayakan Victory Day, peringatan tahunan atas kemenangan Sekutu melawan Nazi Jerman pada Perang Dunia II.

"Permintaan ini saya sampaikan secara langsung, dan saya sangat menghargai kesepakatan dari Presiden Vladimir Putin serta Presiden Volodymyr Zelensky," ujar Trump merujuk pada pembicaraan telepon dengan kedua pemimpin tersebut, seperti dikutip dari UPI, Sabtu, 9 Mei 2026.

Hari Kemenangan Rusia


Trump mengatakan harapannya agar gencatan senjata ini menjadi awal berakhirnya perang yang mematikan dan panjang tersebut.

Ia menambahkan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri konflik terbesar sejak Perang Dunia II ini terus berlanjut dan menunjukkan kemajuan setiap harinya.

Gencatan senjata dalam perang darat terbesar di Eropa ini akan mencakup penangguhan seluruh aktivitas militer serta pengembalian 1.000 tawanan perang dari masing-masing pihak.

Zelensky mengungkapkan bahwa adanya sinyal terkait potensi gencatan senjata pada Hari Kemenangan menjadi motivasi Ukraina untuk bernegosiasi guna memulangkan warga mereka yang ditahan.

"Argumen tambahan bagi Ukraina dalam menentukan posisi kami adalah penyelesaian isu kemanusiaan utama perang ini, yaitu pembebasan tawanan perang. Lapangan Merah kurang penting bagi kami dibandingkan nyawa tawanan Ukraina yang bisa dibawa pulang," tegas Zelensky.

Ushakov menjelaskan bahwa dalam pembicaraan dengan Putin, Trump menekankan bahwa Rusia dan Amerika Serikat merupakan sekutu selama Perang Dunia II.

Hal tersebut menjadi landasan untuk menjadikan Hari Kemenangan sebagai momentum dimulainya gencatan senjata.

Kesepakatan ini dicapai melalui kontak telepon antara Rusia dengan pemerintah AS, yang kemudian dikoordinasikan oleh perwakilan AS dengan pihak Kyiv.

Baca juga:  Rusia Berlakukan Gencatan Senjata Dua Hari Peringati Hari Kemenangan

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)