Pasukan Rusia dalam sebuah operasi militer. Foto: Anadolu
Rusia Berlakukan Gencatan Senjata Dua Hari Peringati Hari Kemenangan
Fajar Nugraha • 8 May 2026 14:03
Moskow: Gencatan senjata selama dua hari yang dideklarasikan oleh Rusia dalam rangka perayaan Hari Kemenangan (Victory Day) resmi mulai berlaku.
Penghentian permusuhan tersebut dimulai pada Kamis, 7 Mei, tengah malam dan akan berlangsung hingga Minggu mendatang, bertepatan dengan persiapan Moskow untuk menggelar parade tahunan di Lapangan Merah pada Sabtu besok.
Hari Kemenangan yang diperingati setiap 9 Mei merupakan hari libur di Rusia dan beberapa negara bekas Uni Soviet guna memperingati kemenangan atas Nazi Jerman pada Perang Dunia II, yang di Rusia dikenal sebagai Perang Patriotik Raya.
Berdasarkan pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Rusia pada Kamis, pihak Rusia akan menghentikan seluruh permusuhan di garis depan dan serangan udara terhadap lokasi penempatan serta fasilitas infrastruktur militer Ukraina selama periode tersebut.
Pemerintah Rusia juga mendesak pihak Ukraina untuk mengikuti langkah serupa dalam upaya deeskalasi sementara ini. Meski demikian, Rusia memberikan peringatan tegas akan memberikan respons yang setimpal jika gencatan senjata dilanggar atau jika Ukraina mencoba menyerang kawasan penduduk serta fasilitas di wilayah Rusia.
“Kami menyerukan kepada pihak Ukraina untuk mengikuti contoh ini,” tulis pernyataan kementerian tersebut, seperti dikutip anadolu, Jumat, 8 Mei 2026.
Selain itu, Rusia mengancam akan meluncurkan serangan rudal secara besar-besaran ke pusat kota Kyiv jika Ukraina mengganggu jalannya perayaan Hari Kemenangan di Moskow pada hari Sabtu. Hal ini menjadi peringatan keras di tengah ketegangan yang masih menyelimuti kedua negara selama masa gencatan senjata tersebut.
Di sisi lain, Ukraina sebenarnya telah mengumumkan untuk mematuhi gencatan senjata versinya sendiri mulai Selasa tengah malam. Namun, pihak Kyiv menuduh Rusia telah melanggar kesepakatan tersebut dengan tetap melanjutkan serangan udara dan serangan di garis depan meskipun klaim penghentian permusuhan telah diumumkan.
(Kelvin Yurcel)