Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menginisiasi penjajakan kerja sama antara San Siro Stadium dan Jakarta International Stadium (JIS). Foto: ANTARA/HO-Pemprov DKI Jakarta.
Pemprov DKI Jajaki Kerja Sama dengan San Siro untuk Kelola JIS
Fachri Audhia Hafiez • 14 May 2026 07:33
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menginisiasi penjajakan kerja sama dengan San Siro Stadium di Milan, Italia, guna melakukan transformasi tata kelola Jakarta International Stadium (JIS). Langkah strategis ini mencakup aspek manajemen stadion, penyelenggaraan kegiatan, hingga promosi wisata olahraga agar JIS mampu bersaing sebagai infrastruktur kota global.
"Kita belajar bagaimana sebuah stadion bisa hidup sebagai ruang sejarah, bisnis, hiburan, dan menjadi kebanggaan warga. JIS punya potensi besar untuk berkembang ke arah sana,” ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, dalam keterangan resmi di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 14 Mei 2026.
Rano menilai Jakarta perlu mencontoh pengalaman San Siro yang telah berdiri selama satu abad sebagai destinasi sport tourism, pusat ekonomi kreatif, dan ikon kebanggaan warga.
Ia pun mendorong PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola untuk menindaklanjuti transfer pengetahuan terkait manajemen acara berskala besar serta optimalisasi aktivitas nonpertandingan agar stadion tetap hidup sepanjang tahun.
Dalam pertemuan dengan General Manager San Siro Stadium, Fabrizio Caruso, dan Business Development San Siro Stadium, Michele Finucci, Selasa, 12 Mei 2026, delegasi Jakarta turut membahas teknologi pembibitan rumput, pengembangan museum, hingga strategi fan engagement.
Pihak San Siro menyambut baik kolaborasi ini dan menekankan bahwa stadion modern harus dikelola sebagai ruang pengalaman publik yang memiliki nilai sejarah dan ekonomi.

Jakarta International Stadium (JIS). Foto: Dok. Istimewa.
Penjajakan ini juga dilakukan menyambut rencana kedatangan AC Milan ke Jakarta pada 8 Agustus 2026 untuk menghadapi Chelsea FC dalam laga pramusim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Fenomena ini mempertegas posisi Jakarta sebagai pasar sepak bola internasional yang besar.
"Tugas kita memastikan Jakarta siap bukan hanya sebagai tuan rumah pertandingan, tetapi juga sebagai kota yang mampu menghadirkan pengalaman kelas dunia,” ujar Rano.