Produk Kopi Hasil Hilirisasi Petani Desa Mulai Diekspor

Ilustrasi kopi. Foto: Unsplash.com/Mike Kenneally.

Produk Kopi Hasil Hilirisasi Petani Desa Mulai Diekspor

Fachri Audhia Hafiez • 22 May 2026 21:33

Jakarta: Kelompok Tani (Poktan) Mekar Lestari dan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Cagar Alam membuktikan bahwa petani desa mampu bersaing di pasar global. Melalui serangkaian penguatan kapasitas dan hilirisasi produk, para petani kopi lokal ini sukses melebarkan sayap bisnis mereka dengan mengekspor komoditas kopi hingga ke pasar Malaysia.

“Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada teknologi hilirisasi produk kopi melalui pembuatan cascara, yakni minuman teh herbal berbahan kulit buah kopi atau ceri kopi yang dikeringkan. Inovasi tersebut dinilai mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus membuka peluang pasar baru,” kata Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno melalui keterangan tertulis, Jumat, 22 Mei 2026.
 


Transformasi para petani ini bermula dari serangkaian pendampingan intensif yang berfokus pada kemandirian usaha. Petugas di lapangan membekali para petani dengan berbagai keterampilan tata kelola modern, mulai dari penguatan kelembagaan kelompok tani, manajemen rencana bisnis, strategi pemasaran, hingga teknik presentasi bisnis (How to Pitch Your Business).

Langkah petani kopi ini untuk menembus pasar internasional kian mulus setelah Poktan Mekar Lestari berhasil menembus Program Desa Bisa Ekspor yang digagas Kementerian Perdagangan. Dalam program tersebut, para petani difasilitasi untuk melakukan sesi pitching bersama Atase Perdagangan Kairo guna menjajaki potensi pasar dunia yang lebih luas.


Founder Yayasan Indonesia Setara Sandiaga Uno (memakai jas abu-abu). Foto: Dok. Istimewa.

“Tak hanya itu, Poktan Mekar Lestari juga berhasil masuk pasar ekspor Malaysia. Produk kopi mereka kini mulai dipasarkan untuk kebutuhan roastery, kafe, hingga sekolah barista kopi di negara tersebut,” lanjut Sandiaga.

Pencapaian ini membuktikan bahwa petani kopi Indonesia tidak lagi sekadar menjadi penyedia bahan baku mentah. Dengan intervensi pengetahuan dan penguasaan rantai pasok yang tepat, para petani lokal kini mampu mengubah produk sampingan pertanian menjadi komoditas bernilai tinggi yang diakui oleh pelaku industri kopi internasional.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)