Dari Hindari Utang hingga Diversifikasi Aset, Pakar Bagikan Tips Keuangan

Ilustrasi Pexels

Dari Hindari Utang hingga Diversifikasi Aset, Pakar Bagikan Tips Keuangan

Muhamad Marup • 19 May 2026 15:58

Surabaya: Keuangan merupakan faktor penting dalam kehidupan. Meski demikian, banyak ornag belum memahami cara mengelola keuangan yang baik dan benar.

Pengelolaan keuangan yang baik tidak hanya bicara soal penghematan. Dalam jangka panjang, pengelolaan keuangan yang baik bisa menambah pengaluaran.

Pakar Ekonomi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Budi Wahyu mengungkapkan beberapa tips keuangan yang bisa dilakukan. Mengutip laman resmi Umsura, berikut ini tips keuangan yang bisa dilakukan.

1. Hindari utang

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengurangi ketergantungan pada utang konsumtif. Budi mengimbau masyarakat untuk menghindari cicilan barang yang tidak mendesak dan mulai membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

"Hindari cicilan untuk barang yang tidak penting. Cicilan memang terasa ringan saat suku bunga rendah, tetapi akan menjadi beban ketika suku bunga naik dan akhirnya mengorbankan kebutuhan yang lebih penting," ujar Dosen Manajemen tersebut.

Ia juga menyarankan masyarakat menunda pembelian yang tidak terlalu diperlukan demi menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.

2. Bangun dana darurat

Langkah kedua adalah membangun dana darurat secara konsisten, meskipun dimulai dari nominal kecil, misalnya Rp100 ribu per minggu. Menurut Budi, dana darurat sangat penting untuk melindungi keluarga dari kondisi yang tidak terduga.

"Fokus pada kebiasaan menabung rutin, meskipun kecil. Jangan menunggu krisis untuk mulai menyiapkan perlindungan finansial," tambahnya.

3. Tinjau ulang anggaran rumah tangga

Selain itu, masyarakat juga perlu meninjau ulang anggaran rumah tangga dan kebiasaan pengeluaran sehari-hari. Budi menilai kebocoran pengeluaran kecil sering kali tidak disadari namun dapat menguras pendapatan bulanan.

Budi menyarankan masyarakat menyusun kembali prioritas pengeluaran dengan memilih alternatif yang lebih hemat, seperti memasak sendiri di rumah dan mengurangi kebiasaan nongkrong atau membeli kopi di kafe.

4. Penghasilan tambahan


Ilustrasi Pexels


Budi juga menekankan pentingnya memiliki sumber penghasilan tambahan serta meningkatkan literasi keuangan. Menurutnya, ketergantungan pada satu sumber pendapatan membuat masyarakat lebih rentan saat terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) atau perlambatan ekonomi.

"Masyarakat bisa mulai dari langkah sederhana seperti membuka usaha kecil, pekerjaan lepas, atau jasa tambahan sambil belajar menyusun anggaran, memahami bunga utang, dan investasi dasar," jelasnya.

5. Diversifikasi aset

Budi mengingatkan masyarakat untuk melindungi nilai tabungan melalui diversifikasi aset. Budi menyarankan agar masyarakat tidak menyimpan seluruh tabungan dalam bentuk uang tunai rupiah, tetapi mulai mempertimbangkan instrumen yang lebih aman dan likuid seperti emas, deposito, atau obligasi.

Menurutnya, dukungan sosial dan komunitas juga penting sebagai penopang ketika menghadapi situasi ekonomi yang sulit.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)