Dolar AS. Foto: MI/Ramdani.
Dolar AS Melemah di Tengah Harapan Perdamaian AS-Iran
Husen Miftahudin • 25 May 2026 08:21
Singapura: Dolar Amerika Serikat (AS) melemah di awal perdagangan Asia pada Senin karena harapan akan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz mendorong harga minyak tergelincir hingga ke bawah USD100 per barel.
Kondisi tersebut terjadi, bahkan ketika pemerintahan Presiden AS Donald Trump mengecilkan peluang tercapainya kesepakatan dengan Iran dalam waktu dekat.
Mengutip Investing.com, Senin, 25 Mei 2026, dolar AS turun 0,2 persen terhadap yen menjadi 158,87 yen. Sementara euro naik 0,3 persen menjadi USD1,1642 dan poundsterling Inggris juga turut naik 0,4 persen menjadi USD1,3485.
Sementara itu, dolar Australia ikut menguat 0,4 persen menjadi USD0,7160. Sedangkan dolar Selandia Baru mengekor kenaikan dengan bertambah sebanyak 0,5 persen menjadi USD0,5877.
| Baca juga: Dolar AS Bergerak Datar Sepanjang Minggu Ini |

(Dolar AS. Foto: Freepik)
Harapan perdamaian AS-Iran
Sepanjang akhir pekan, harapan akan kesepakatan perdamaian yang langgeng tampak rapuh. Trump menulis nota kesepahaman tentang kesepakatan perdamaian dengan Iran telah sebagian besar dinegosiasikan, dengan kedua negara dan mediator di Pakistan melaporkan kemajuan.
Namun, blokade AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz akan tetap berlaku sepenuhnya sampai kesepakatan tercapai, disahkan, dan ditandatangani. Tidak ada tanggapan langsung dari pemerintah Iran.
Kondisi tersebut turut membuat pasar minyak anjlok, dengan harga minyak mentah Brent turun 5,1 persen menjadi USD98,29 per barel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate AS berada di USD91,76 per barel, turun lima persen.
"Pasar telah terbiasa untuk sangat sabar menunggu terobosan nyata. Tetapi skenario dasar kesepakatan tetap kuat, dengan berita akhir pekan memberikan keyakinan lebih lanjut, meskipun waktunya masih belum jelas," kata Chris Weston, kepala penelitian di Pepperstone Group Ltd di Melbourne.