Separatis Yaman Bertekad Mendirikan Baru Usai Berhasil Rebut Wilayah Kunci

Yaman saat ini dihadapkan pada perpecahan tanpa henti. Foto: Anadolu

Separatis Yaman Bertekad Mendirikan Baru Usai Berhasil Rebut Wilayah Kunci

Fajar Nugraha • 1 January 2026 06:58

Sanaa: Kelompok separatis Yaman bertekad untuk mendirikan negara baru setelah merebut sebagian besar wilayah penting. Tetapi mereka menambahkan bahwa pemisahan diri hanya akan terjadi ketika kondisinya tepat.

Kemajuan kelompok tersebut yang mengejutkan telah memicu gejolak baru di Yaman setelah lebih dari satu dekade perang antara koalisi pimpinan Saudi dan pemberontak Houthi yang didukung Iran yang memaksa pemerintah meninggalkan ibu kota Sanaa pada tahun 2014.
 

Meskipun ada gelombang serangan udara yang menargetkan posisi mereka dan seruan dari Arab Saudi untuk mundur, STC mengatakan akan mempertahankan posisinya dan memperkuat wilayahnya.

"Apa yang terjadi baru-baru ini telah membuat warga selatan lebih bertekad -,secara psikologis dan emosional,- untuk memulihkan negara," kata juru bicara STC Anwar Al-Tamimi kepada AFP selama wawancara di Abu Dhabi, seperti dikutip dari Channel News Asia, Kamis 1 Januari 2026.

“Ketika momen historis, internasional, dan regional yang tepat tiba, barulah kita siap untuk memulihkan negara kita. Apakah itu dalam jangka panjang, jangka menengah, atau segera, itu akan bergantung pada keadaan,” tambah Tamimi.

Para ahli mengatakan keberhasilan separatis telah mempermalukan Arab Saudi, kekuatan regional yang berpengaruh dan pendukung utama pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Riyadh telah berulang kali menuntut agar STC mundur dari wilayah yang baru saja direbut, termasuk daerah-daerah di sepanjang perbatasan selatannya, dan telah melancarkan serangan udara yang menargetkan posisi mereka.

Koalisi pimpinan Saudi juga menargetkan dugaan pengiriman senjata Uni Emirat Arab (UEA) di pelabuhan yang dikendalikan STC pada hari Selasa dan menyerukan Abu Dhabi untuk menarik pasukannya dari Yaman dalam waktu 24 jam, dengan pihak Emirat setuju untuk mematuhinya.

STC yang didukung UEA adalah koalisi kelompok-kelompok yang telah lama berjanji untuk mengembalikan Yaman Selatan, yang ada dari tahun 1967 hingga penyatuannya pada tahun 1990 dengan Yaman Utara.

Mereka kini menguasai hampir seluruh wilayah Yaman Selatan sebelumnya setelah serangan kilat mereka pada awal Desember, dengan STC menguasai lebih banyak wilayah daripada faksi tunggal lainnya dalam lanskap politik Yaman yang penuh gejolak.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)