PLN Siap Serap Energi dari PSEL, Bali Targetkan Olah 1.650 Ton Sampah/Hari

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. Foto: dok PLN.

PLN Siap Serap Energi dari PSEL, Bali Targetkan Olah 1.650 Ton Sampah/Hari

Husen Miftahudin • 11 July 2026 11:37

Jakarta: PT PLN (Persero) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah mempercepat transformasi nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Program ini dinilai menjadi langkah penting untuk menghadirkan solusi berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pengolahan sampah menjadi energi merupakan bagian dari transformasi pengelolaan sampah nasional. "PSEL merupakan wujud transformasi dalam pengelolaan sampah," kata Darmawan Prasodjo dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 11 Juli 2026.

Menurut Darmawan, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan dapat diolah menjadi sumber energi yang bermanfaat.

"Melalui kolaborasi yang kuat, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang memberi manfaat. PLN siap mendukung program ini dengan memastikan energi yang dihasilkan dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas," harap dia.

Adapun dukungan PLN diwujudkan melalui penandatanganan Sponsor Agreement dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) pada agenda peresmian pembangunan PSEL Bali di Denpasar Selatan pada Rabu, 8 Juli 2026.

Kesepakatan tersebut ditandatangani PLN sebagai offtaker, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) sebagai perusahaan induk pelaksana proyek PSEL di Indonesia, serta PT Weiming Nusantara Bali New Energy sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL Bali.
 

 

Olah sampah hingga 1.650 ton/hari 


Fasilitas PSEL Bali sendiri dirancang mampu mengolah sampah 1.200-1.650 ton per hari dengan potensi pembangkitan listrik mencapai 30 megawatt (MW). Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan PSEL di 11 lokasi yang ditargetkan dapat mengolah 14.928 ton sampah per hari dengan potensi kapasitas pembangkit sebesar 310,3 MW.

PLN menegaskan siap memastikan energi yang dihasilkan dari fasilitas PSEL dapat terintegrasi ke dalam sistem kelistrikan nasional agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara lebih luas.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan pembangunan PSEL menjadi langkah penting dalam memperkuat pengelolaan sampah nasional. Komitmen pemerintah diperkuat melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah melalui Pengolahan Sampah menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada Danantara Indonesia, pemerintah daerah, PLN, dan seluruh pihak yang bekerja bersama mewujudkan dimulainya pembangunan PSEL Bali," kata Zulkifli.

Zulkifli menilai penyederhanaan regulasi menjadi salah satu faktor yang mempercepat penanganan persoalan sampah. "Dengan aturan yang lebih jelas, kerja sama yang kuat, dan tata kelola yang baik, saya yakin pengelolaan sampah dapat kita percepat untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan," ujar dia.


(Ilustrasi tumpukan sampah yang siap diolah menjadi energi listrik. Foto: dok Istimewa)
 

PSEL tindak lanjut arahan Presiden


Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pembangunan PSEL merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional.

"Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, masalah sampah adalah tantangan kita bersama yang harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga tidak menjadi beban bagi generasi mendatang. PSEL hadir untuk mengatasi dampak sampah terhadap lingkungan hidup, kesehatan, dan keselamatan dengan menggunakan teknologi yang sudah terbukti," kata Rosan.

Ia menambahkan pelaksanaan proyek dilakukan secara cepat dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang baik.

Sementara bagi Provinsi Bali, pembangunan PSEL dinilai strategis untuk memperkuat kualitas lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan proyek tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan citra pariwisata Bali. "Kalau ini selesai, bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat untuk kehidupan masyarakat, tetapi citra pariwisata Bali akan meningkat," jelas dia.

(Husen Miftahudin)