Topan Bavi Paksa Evakuasi Lebih dari 260 Ribu Orang di Liaoning Tiongkok

Ilustrasi hujan badai. (Metrotvnews.com)

Topan Bavi Paksa Evakuasi Lebih dari 260 Ribu Orang di Liaoning Tiongkok

Willy Haryono • 14 July 2026 13:34

Beijing: Topan Bavi, badai terkuat yang menghantam daratan Tiongkok sepanjang tahun ini, memaksa lebih dari 260.000 warga di Provinsi Liaoning, wilayah timur laut negara itu, mengungsi dari rumah mereka.

Otoritas setempat memperingatkan bahwa curah hujan tinggi diperkirakan masih akan berlanjut hingga Selasa, 14 Juli 2026, dengan sejumlah wilayah diprediksi mengalami hujan ekstrem.

Dikutip dari TRT World, Pemerintah Tiongkok menyebut Bavi terus menarik kelembapan tropis dalam jumlah besar ke wilayah utara negara tersebut, menciptakan aliran udara lembap yang berkelanjutan di sebagian besar kawasan Tiongkok utara.

Di ibu kota Provinsi Liaoning, Shenyang, sebuah mercusuar dilaporkan terlepas dari kabel listrik tegangan tinggi dan hanyut terbawa banjir di sepanjang jalan utama kota sebelum akhirnya melintas di bawah sebuah jembatan.

Rekaman video mengenai insiden tersebut beredar luas di media sosial Tiongkok.

Selama dua pekan terakhir, Topan Bavi telah memengaruhi wilayah yang sangat luas di Tiongkok, menyebabkan hujan deras, banjir besar, kerusakan infrastruktur, hingga jebolnya bendungan di beberapa daerah.

Secara nasional, lebih dari 900.000 orang telah dievakuasi sejak badai tersebut terbentuk, dengan Liaoning menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah.

Pemerintah daerah melakukan evakuasi massal dan mengerahkan operasi tanggap darurat ketika badai bergerak ke arah utara.

Badai Sebesar Luas Prancis

Otoritas Tiongkok memerintahkan seluruh sekolah dan lembaga pendidikan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar sementara waktu.

Layanan transportasi juga mengalami gangguan besar di sejumlah kota di wilayah timur laut, termasuk Shenyang dan Jilin.

Topan Bavi, yang memiliki cakupan wilayah hampir sebesar negara Prancis, pertama kali terbentuk di Samudra Pasifik sekitar 13 hari lalu.

Meski telah mendarat di pesisir timur Tiongkok pada Sabtu malam, struktur badai tersebut tetap relatif utuh hingga Senin, menjadikannya siklon tropis dengan masa hidup terpanjang di kawasan Asia-Pasifik sepanjang tahun ini.

Selain Tiongkok, badai tersebut juga memengaruhi sejumlah negara dan wilayah tetangga seperti Korea Selatan, Jepang, Taiwan, dan Filipina yang terus memantau perkembangan pergerakannya.

Para ahli meteorologi Tiongkok menyebut daya tahan Bavi yang luar biasa disebabkan oleh inti hangat badai yang tetap terjaga dengan baik, sehingga memungkinkan sistem tersebut mempertahankan sebagian besar kandungan uap airnya saat bergerak menuju Semenanjung Korea.

Saat ini Bavi telah melemah menjadi badai tropis, namun para peramal cuaca memperingatkan bahwa perlambatan pergerakan badai justru dapat memicu hujan dengan intensitas sangat tinggi ketika seluruh kelembapan yang dibawanya dilepaskan di daratan.

Baca juga:  Topan Bavi Mendarat di Tiongkok usai Hampir Dua Juta Warga Dievakuasi

(Willy Haryono)