Topan Bavi mendarat di Taizhou, Tiongkok timur, usai memicu evakuasi hampir dua juta warga. (Anadolu Agency)
Topan Bavi Mendarat di Tiongkok usai Hampir Dua Juta Warga Dievakuasi
Willy Haryono • 12 July 2026 09:08
Beijing: Topan Bavi mendarat di Kota Taizhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok timur, pada Sabtu malam, 11 Juli 2026, setelah sebelumnya menghantam Kepulauan Sakishima di Jepang selatan dan melintas di dekat Taiwan utara.
Dilansir dari AsiaOne, Minggu, 12 Juli 2026, Pusat Meteorologi Nasional Tiongkok menyatakan Bavi mencapai daratan sekitar pukul 23.20 waktu setempat dengan kecepatan angin maksimum berkelanjutan sekitar 144 kilometer per jam.
Kekuatan tersebut setara dengan badai kategori satu dalam Skala Angin Badai Saffir-Simpson.
Meski terus melemah dan melambat dalam pergerakannya ke arah barat laut, Bavi masih dianggap berbahaya karena membawa massa hujan yang sangat besar dengan cakupan area yang diperkirakan membentang sepanjang wilayah seukuran Prancis.
Media pemerintah Tiongkok melaporkan lebih dari 1,7 juta warga telah dievakuasi di Provinsi Zhejiang menjelang kedatangan badai tersebut.
Selain itu, lebih dari 100.000 warga dievakuasi di Provinsi Fujian dan lebih dari 100.000 lainnya dipindahkan dari Beijing.
Sekitar 34.000 warga lainnya juga dievakuasi dari Shanghai sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir dan angin kencang.
"Saya sedikit khawatir, tetapi saya pikir semuanya akan baik-baik saja. Kami pernah menghadapi topan sebelumnya dan kami akan melewati yang ini juga," kata warga Wenzhou, Huang Xinghuan.
Ia mengatakan keluarganya telah menyiapkan persediaan air untuk dua hingga tiga hari ke depan dan menilai pemerintah telah menjamin ketersediaan kebutuhan pokok sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan.
Sementara itu, Jepang dan Taiwan hingga kini belum melaporkan adanya korban jiwa akibat Bavi.
Namun di Filipina, sedikitnya 17 orang meninggal dunia akibat hujan lebat yang dipicu penguatan angin muson barat daya yang diperburuk oleh dampak topan tersebut.
Departemen Pemadam Kebakaran Taiwan melaporkan sedikitnya 113 orang mengalami luka-luka, sebagian besar akibat terjatuh dari sepeda motor atau sepeda, terpeleset, maupun tertimpa benda yang terbawa angin kencang.
Pemerintah Taiwan sebelumnya telah mengevakuasi lebih dari 14.000 warga, terutama dari wilayah pegunungan di bagian utara dan timur pulau tersebut.
Meski Bavi tidak mencapai daratan Taiwan, otoritas mengambil langkah antisipasi mengingat prakiraan curah hujan di sejumlah wilayah mencapai hampir satu meter.
Sebanyak 920 penerbangan internasional dibatalkan, termasuk operasional di Bandara Internasional Taoyuan yang menjadi pintu masuk utama Taiwan. Seluruh 282 penerbangan domestik juga dibatalkan.
Hampir seluruh kota dan kabupaten di Taiwan menetapkan hari libur topan dengan menutup sekolah, kantor, dan berbagai layanan publik, meskipun sejumlah restoran dan toko serba ada di Taipei tetap beroperasi.
Layanan kereta cepat utara-selatan Taiwan juga tetap berjalan dengan jadwal terbatas.
Di kawasan Beitou, Taipei utara, embusan angin hingga 100 kilometer per jam dilaporkan menumbangkan pohon dan menyebabkan sungai meluap.
Di Taizhou, warga bernama Chen Qiuqin mengatakan dirinya mendatangi rumah orang tuanya untuk membantu memindahkan pot bunga dari balkon sebelum topan tiba.
"Saya khawatir dengan pot-pot bunga di balkon ibu saya. Orang tua saya sudah lanjut usia dan tinggal sendiri sehingga saya tidak tenang," ujarnya.
Baca juga: Tiongkok Evakuasi 600 Ribu Warga Jelang Kedatangan Topan Bavi