Ilustrasi hujan badai. (Metrotvnews.com)
Tiongkok Evakuasi 600 Ribu Warga Jelang Kedatangan Topan Bavi
Willy Haryono • 11 July 2026 18:36
Beijing: Lebih dari 600.000 warga dievakuasi dari rumah mereka di Tiongkok ketika Topan Bavi bergerak menuju pesisir timur negara tersebut setelah sebelumnya menghantam Kepulauan Sakishima di Jepang dan melintas di dekat Taiwan utara.
Otoritas Tiongkok pada Sabtu, 11 Juli 2026, mengatakan sekitar 500.000 warga telah dievakuasi di Provinsi Zhejiang, sementara lebih dari 100.000 lainnya dipindahkan dari Provinsi Fujian yang bertetangga.
Dikutip dari Al Jazeera, Topan Bavi diperkirakan akan mencapai daratan di Kota Wenzhou, Provinsi Zhejiang, pada Minggu dini hari dengan membawa hujan deras dan angin kencang.
Meski kekuatannya telah berkurang dibanding saat melintasi kawasan Pasifik pada awal pekan ini, Bavi masih dianggap berbahaya karena membawa massa uap air yang sangat besar.
Badan meteorologi nasional Tiongkok telah mengeluarkan peringatan topan tingkat oranye, level kedua tertinggi dalam sistem peringatan empat tingkat yang berlaku di negara tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, ratusan penerbangan dibatalkan, layanan kereta api dikurangi, sementara sekolah, layanan feri, dan berbagai fasilitas publik lainnya ditutup sementara.
"Saya sedikit khawatir, tetapi saya pikir semuanya akan baik-baik saja," kata warga Wenzhou, Huang Xinghuan, kepada Reuters saat membeli kebutuhan pokok sebelum pasar tradisional ditutup menjelang kedatangan badai.
Ia mengatakan keluarganya telah menyiapkan persediaan air dan makanan untuk dua hingga tiga hari ke depan.
"Kami pernah menghadapi topan sebelumnya dan kami akan melewati yang ini juga," ujarnya.
Di Kota Ningde, Provinsi Fujian, lebih dari 3.700 warga telah dievakuasi dari wilayah berisiko tinggi hingga Jumat malam. Otoritas setempat juga menempatkan lebih dari 17.000 personel penyelamat dalam status siaga untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat.
Sementara itu, wilayah selatan Tiongkok seperti Hainan dan Guangxi masih berupaya pulih dari dampak Badai Tropis Maysak yang melanda awal pekan ini.
Sedikitnya 39 orang dilaporkan meninggal dunia di Kota Nanning setelah jebolnya sebuah bendungan memicu banjir besar yang menerjang kawasan perkotaan.
Badai di Filipina dan Taiwan
Di Filipina, sedikitnya 17 orang tewas akibat tanah longsor yang dipicu hujan deras terkait penguatan angin muson barat daya yang diperburuk oleh dampak Topan Bavi.
Taiwan sendiri dilaporkan terhindar dari korban jiwa, meski otoritas setempat mencatat sedikitnya 36 orang mengalami luka-luka, sebagian besar akibat kecelakaan sepeda motor di jalan licin.
Sebanyak 14.210 warga Taiwan telah dievakuasi hingga Sabtu pagi, terutama dari Kota Taichung dan Kabupaten Hualien.
Sekolah, kantor, dan sebagian besar restoran di wilayah tersebut juga ditutup sementara.
Di Jepang, lebih dari 200 penerbangan dibatalkan setelah otoritas Prefektur Okinawa memperingatkan potensi gelombang tinggi, angin kencang, dan banjir rob.
Kepulauan Sakishima di Jepang selatan telah diguyur hujan deras dan diterjang angin kencang sejak Jumat seiring pergerakan Topan Bavi menuju Asia Timur.
Baca juga: Topan Bavi Bergerak ke Taiwan dan Tiongkok usai Hantam Jepang Selatan