Topan Bavi menghantam Jepang selatan dan memaksa Taiwan mengevakuasi lebih dari 14.000 warga. (Anadolu Agency)
Topan Bavi Bergerak ke Taiwan dan Tiongkok usai Hantam Jepang Selatan
Willy Haryono • 11 July 2026 10:34
Tokyo: Topan Bavi menghantam gugusan Kepulauan Sakishima di Jepang selatan pada Sabtu, 11 Juli 2026, dengan membawa hujan deras dan angin kencang sebelum kemudian bergerak menuju Taiwan dan pesisir timur Tiongkok.
Dikutip dari AsiaOne, otoritas Jepang memperingatkan potensi banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem yang dipicu badai tersebut.
Di Pulau Ishigaki, Prefektur Okinawa, puing-puing kecil terlihat beterbangan di jalanan yang nyaris kosong, sementara hanya sedikit kendaraan yang tetap beroperasi di tengah hujan deras dan angin kencang.
Perahu-perahu di pelabuhan setempat juga tampak bergoyang akibat gelombang dan arus kuat yang dipicu topan.
Badan meteorologi Jepang melaporkan Topan Bavi memiliki kecepatan angin maksimum berkelanjutan hingga 144 kilometer per jam di sekitar pusat badai, dengan hembusan angin diperkirakan dapat mencapai 198 kilometer per jam.
Seluruh penerbangan dan layanan feri menuju dan dari Pulau Ishigaki, yang merupakan salah satu destinasi wisata populer di Jepang, dihentikan sepanjang Sabtu.
Evakuasi di Taiwan
Sementara itu, pemerintah Taiwan mengevakuasi lebih dari 14.000 warga, terutama dari wilayah pegunungan di bagian utara dan timur pulau tersebut, menjelang kedatangan Bavi.Meski diperkirakan tidak akan mendarat langsung di Taiwan, pemerintah tetap menerapkan langkah antisipasi maksimal karena beberapa wilayah diperkirakan dapat menerima curah hujan mendekati satu meter.
Sebagian besar warga yang dievakuasi berasal dari daerah rawan longsor dan banjir.
Otoritas Taiwan juga membatalkan 917 penerbangan internasional dan seluruh 274 penerbangan domestik akibat ancaman cuaca buruk.
Hampir seluruh kota dan kabupaten di Taiwan menetapkan hari libur topan pada Sabtu, sehingga sekolah dan kantor yang seharusnya beroperasi pada akhir pekan ditutup sementara.
Layanan kereta cepat utama yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Taiwan tetap beroperasi, meski dengan frekuensi perjalanan yang dikurangi.
Di ibu kota Taipei, hujan dan angin kencang masih terjadi, meskipun sebagian warga tetap beraktivitas di luar rumah.
Setelah bergerak melewati wilayah timur laut Taiwan, Topan Bavi diperkirakan akan menghantam Kota Wenzhou di pesisir timur Tiongkok pada Minggu pagi. Kota tersebut dihuni sekitar 10 juta penduduk.
Baca juga: Dampak Siklon Bavi, Papua Selatan Diintai Hujan Sangat Lebat