Ilustrasi Medcom.id
Pemeriksaan Sampel Jenazah Sutrimo Diperkirakan Selesai 2-3 Minggu
Achmad Zulfikar Fazli • 12 August 2026 20:23
Jakarta: Tim dokter forensik telah mengambil sampel dari tubuh jenazah Sutrimo. Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium secara histopatologi atau pemeriksaan jaringan, toksikologi, dan DNA selama dua hingga tiga minggu.
“Itu artinya pemeriksaan laboratoriumnya bisa terselesaikan semua,” ujar Ketua Tim Forensik dari Unair, Yudi, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Yudi mengatakan pemeriksaan membutuhkan waktu lama karena hampir seluruh bagian tubuh diambil sebagai sampel. Bagian yang diambil mulai dari kepala sampai tubuh bagian bawah.
“Kami coba untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Yudi.
Di samping itu, Yudi menyampaikan jenazah Sutrimo sudah dikubur hampir tiga minggu. Secara ilmu kedokteran forensik, kondisi jenazah sudah membusuk, sehingga butuh pemeriksaan secara detail.
“Jadi perkiraannya antara dua sampai tiga minggu bisa terselesaikan dari hasil laboratoriumnya,” ucap Yudi.
.jpg)
Kepolisian melakukan olah TKP kematian penjaga rumah sekaligus kepala rumah tangga Febrie Adriansyah, Sutrimo di depan klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Tim forensik juga akan mendalami informasi hidung dan mulut Sutrimo mengeluarkan buih saat ditemukan meninggal dunia. Saat proses ekshumasi, buih dari hidung dan mulut eks kepala rumah tangga Febrie Adriansyah itu sudah tidak ada. Namun, tim forensik masih akan memeriksa sampel swab untuk memastikan penyebab munculnya buih tersebut.
“Kita tunggu dari hasil laboratorium tersebut, apakah itu dari toksikologi ataupun dari pemeriksaan DNA-nya ataupun dari pemeriksaan histopatologinya,” ujar Yudi.
Selain itu, tim forensik akan memeriksa sampel dari kepala hingga badan, mulai dari kulit yang diduga mengalami kelainan dan organ dalam seperti lambung serta jantung. Pemeriksaan sampel ini dilakukan untuk membuat terang penyebab kematian Sutrimo.
“Kami mengupayakan semaksimal mungkin mengungkap kasus ini, untuk menentukan sebab kematiannya secara scientific, secara ilmiah. Jadi kalau tidak salah itu ada puluhan sampel yang kami ambil,” ujar Yudi.
Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di depan sebuah klinik kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 23 Juli 2026. Setelah dievakuasi ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Sutrimo dinyatakan sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.