Bangunan rusak akibat gempa M 7,7 di NTT. (tangkapan layar)
Gubernur NTT: 5 Orang Tewas Akibat Gempa M 7,7 di Nagekeo
Lukman Diah Sari • 15 August 2026 10:34
Kupang: Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menyatakan bahwa jumlah korban jiwa akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang berpusat di Mbay, Kabupaten Nagekeo, bertambah menjadi lima orang. Para korban dilaporkan tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan saat gempa mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
"Berdasarkan informasi yang saya terima saat ini, jumlah korban meninggal sudah lima orang," kata Melki di Kupang, Sabtu, 15 Agustus 2026, melansir Antara.

Konferensi Pers terkait gempa di Flores. ANTARA/Kornelis Kaha
Ia menyebutkan, dari lima korban yang meninggal dunia tersebut, dua di antaranya berada di Kabupaten Sikka (Maumere) dan tiga lainnya di Kabupaten Manggarai. Korban yang meninggal diduga akibat tertimpa material bangunan yang ambruk saat gempa bumi terjadi di daerah itu.
"Tetapi, kami akan pastikan lagi penyebabnya karena apa," ujar dia.
"Siang nanti kami akan berangkat ke Flores dan sore nanti kami sampaikan pembaruannya lagi, mulai dari korban jiwa serta kerusakan," tambahnya.
Terkait kerusakan infrastruktur, ia mengungkapkan bahwa saat ini beberapa ruas jalan di wilayah Flores juga dilaporkan terputus dan tertimbun tanah longsor akibat guncangan gempa tersebut.