Warga melakukan evakuasi mandiri pascagempa dan peringatan tsunami di NTT. (tangkapan layar)
BNPB: 2.000 Warga Nagekeo NTT Mengungsi Imbas Gempa M7,7
Lukman Diah Sari • 15 August 2026 09:59
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap dampak akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus 2026. BNPB mencatat sejumlah bangunan rusak dan ribuan jiwa mengungsi.
"Sekitar 2.000 warga di Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah kewaspadaan setelah gempa dan adanya peringatan dini tsunami. Sementara di Kota Bima tercatat satu kepala keluarga atau enam jiwa terdampak," ujar Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, dalam siara pers resmi, Sabtu, 15 Agustus 2026.
-
Dua unit rumah rusak berat
-
Satu unit rumah rusak sedang
-
Dua unit rumah rusak ringan
-
Satu bangunan gudang Bulog terdampak
-
Tiga fasilitas umum rusak ringan
-
Enam kantor pemerintahan terdampak
Kondisi Terkini di Lapangan
Menyusul tidak adanya kenaikan muka air laut yang signifikan berdasarkan hasil observasi, BMKG secara resmi telah mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.31 WIB. Meski begitu, ancaman gempa susulan masih terus diwaspadai.Situasi di Kota Bima saat ini dilaporkan sudah mulai kondusif. Namun, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Nagekeo. Petugas di lapangan masih berupaya keras menangani situasi, di mana akses jalan utama dilaporkan mengalami kemacetan parah dan aliran listrik masih padam total.
(4).jpeg)
(tangkapan layar)
BNPB terus menjalin koordinasi intensif dengan BPBD Provinsi NTT, BPBD kabupaten/kota terdampak, BMKG, Basarnas, TNI, dan Polri.
"BNPB memastikan dukungan pemerintah pusat akan terus diberikan sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan, terutama dalam penanganan korban, evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, dukungan logistik dan peralatan, serta percepatan pemulihan masyarakat terdampak," tutup Berton.