Ilustrasi perdagangan saham di BEI. Foto: MI/Susanto.
IHSG Asyik 'Main Jungkat-jungkit' Pagi Ini
Husen Miftahudin • 6 January 2026 09:19
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini bergerak naik-turun. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa, 6 Januari 2026, IHSG berada di posisi 8.890,721.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.11 WIB, IHSG sempat naik-turun sebelum akhirnya tergelincir tipis 5,092 poin setara 0,06 persen ke level 8.854,099.
Adapun sebanyak 256 saham emiten melemah pada perdagangan pagi ini. Sementara, 295 saham lainnya menguat dan 160 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.11 WIB sebanyak Rp3,844 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 9,188 miliar saham.
| Baca juga: IHSG Tembus Rekor Baru, Pasar Sambut Data Ekonomi Positif |

(Ilustrasi pergerakan saham pada IHSG. Foto: Medcom.id)
IHSG potensi koreksi
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan IHSG berpotensi koreksi wajar hari ini. "Diperkirakan support IHSG 8.780-8.800 dan resist IHSG 8.880-8.900," ungkap Fanny dalam analisis hariannya.
Riset harian BNI Sekuritas menyebutkan, IHSG kemarin (5/1), ditutup naik 1,27 persen, tapi disertai dengan net sell asing sebesar Rp9,98 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BUMI, MEDC, BBRI, EMAS, dan JPFA.
Sementara itu, indeks-indeks saham Wall Street ditutup menguat signifikan pada perdagangan Senin (5/1), meskipun AS melancarkan serangan militer ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.
Selain itu, pelaku pasar menilai langkah tersebut tidak akan memicu konflik geopolitik yang meluas dan berpotensi mengganggu stabilitas pasar global. Indeks Dow Jones Industrial Average tercatat melonjak 1,23 persen, S&P 500 naik 0,64 persen dan Nasdaq Composite menguat 0,69 persen.
Di sisi lain, bursa saham Asia menguat pada perdagangan Senin (5/1), sementara harga minyak bergerak volatil seiring investor menilai dampak aksi militer AS di Venezuela dan bersiap menghadapi banjir data ekonomi pada pekan perdagangan penuh pertama tahun ini. Pelaku pasar mencermati implikasi geopolitik setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Indeks Nikkei 225 Jepang tercatat melonjak 2,97 persen, Hang Seng Hong Kong naik tipis 0,03 persen, Kospi Korea Selatan melesat 3,43 persen, Taiex Taiwan menguat 2,57 persen dan S&P/ASX 200Australia naik tipis 0,1 persen.