Koops TNI Habema mengerahkan dua unit Helikopter Bell dan 11 personel mengevakuasi warga lokal di Ugimba, Intan Jaya. (Dokumentasi/ Istimewa)
11 Prajurit Koops TNI Habema Evakuasi Warga Ugimba di Tengah Konflik
Silvana Febiari • 10 August 2026 15:43
Papua: Koops TNI Habema mengerahkan dua unit Helikopter Bell dan 11 personel mengevakuasi seorang warga lokal yang membutuhkan pertolongan dari wilayah Ugimba, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu, 9 Agustus 2026. Warga tersebut ditemukan jauh dari pemukiman dan sulit dijangkau melalui jalur darat sehingga evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan dan mendapat penanganan lebih lanjut.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M.Wirya Arthadiguna menegaskan evakuasi tersebut merupakan bentuk nyata komitmen prajurit dalam mengedepankan nilai kemanusiaan.
"Prajurit TNI tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memberikan perlindungan, bantuan, dan rasa aman kepada masyarakat yang membutuhkan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap langkah pengabdian prajurit di lapangan," kata Wirya di Papua, Senin, 10 Agustus 2026.
Evakuasi berlangsung di tengah tantangan geografis Ugimba, keterbatasan akses darat, perubahan cuaca, serta situasi keamanan yang masih dinamis. Aktivitas kelompok OPM Kodap VIII/Kemabu pimpinan Guspi Waker juga menjadi perhatian karena dinilai menimbulkan keresahan masyarakat dan melakukan penyerangan terhadap aparat.
Di tengah kondisi tersebut, prajurit Koops TNI Habema tetap memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan. Saat patroli, personel menemukan seorang warga lokal yang memerlukan penanganan lebih lanjut dan sulit dijangkau melalui jalur darat karena berada jauh dari pemukiman. Dengan mempertimbangkan kondisi medan, cuaca, dan keamanan, prajurit segera memutuskan melakukan evakuasi dengan mengutamakan keselamatan warga.

Koops TNI Habema mengerahkan dua unit Helikopter Bell dan 11 personel mengevakuasi warga lokal di Ugimba, Intan Jaya. (Dokumentasi/ Istimewa)
Untuk mempercepat proses penyelamatan, Koops TNI Habema mengerahkan dua unit Helikopter Bell pada Minggu pukul 12.25 hingga 12.48 WIT. Sebanyak 11 personel terlibat dalam pelaksanaan misi tersebut.
Pengerahan helikopter menjadi langkah nyata untuk mengatasi keterbatasan akses darat. Upaya ini juga dilakukan demi memastikan warga segera dibawa ke lokasi yang lebih aman untuk mendapatkan penanganan.
Setibanya di Distrik Sugapa, warga tersebut diserahkan kepada Misael Sondegau selaku Ketua Tim Penanganan Konflik Kabupaten Intan Jaya, untuk mendapat penanganan dan pendampingan sesuai kebutuhannya. Penyerahan ini menjadi bagian dari koordinasi lanjutan setelah proses evakuasi.
Rangkaian evakuasi tersebut menunjukkan bahwa medan sulit, cuaca, maupun situasi keamanan tidak menjadi penghalang bagi prajurit Koops TNI Habema untuk membantu masyarakat. Mulai dari menemukan warga yang membutuhkan pertolongan, mengambil keputusan cepat, mengerahkan dua helikopter dan 11 personel, hingga memastikan adanya penanganan lanjutan, seluruh langkah tersebut menjadi wujud nyata kepedulian dan pengabdian prajurit di wilayah penugasan.
.jpeg)
Koops TNI Habema mengerahkan dua unit Helikopter Bell dan 11 personel mengevakuasi warga lokal di Ugimba, Intan Jaya. (Dokumentasi/ Istimewa)
Di Ugimba, pengabdian prajurit tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan dan pengamanan wilayah, tetapi juga melalui keberanian untuk bergerak ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Saat akses darat terbatas dan keselamatan warga berada dalam risiko, prajurit hadir dengan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk menyelamatkan satu kehidupan.
Bagi Koops TNI Habema, menjaga masyarakat berarti hadir saat dibutuhkan dan bergerak ketika diperlukan. Setiap warga yang membutuhkan pertolongan harus dipastikan tidak menghadapi kesulitan seorang diri.