Kebakaran Bromo, Drone Water Spray Incar Titik Api di Lereng Kaldera

Teknologi drone water spray dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo/BPBD Kab. Malang.

Kebakaran Bromo, Drone Water Spray Incar Titik Api di Lereng Kaldera

Daviq Umar Al Faruq • 7 August 2026 08:46

Malang: Tim gabungan mulai mengerahkan teknologi drone water spray untuk membantu memadamkan kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Metode tersebut diterapkan karena titik api berada di lereng kaldera yang sulit dijangkau oleh personel pemadaman melalui jalur darat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat kebakaran yang bermula di Bukit Jantur atau Bantengan, wilayah Kabupaten Probolinggo, pada 3 Agustus 2026 terus meluas hingga memasuki wilayah Kabupaten Malang. Hingga Kamis, 6 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar di wilayah Kabupaten Malang diperkirakan mencapai sekitar 80 hektare dengan vegetasi berupa cemara gunung, mentigen, akasia, dan semak belukar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan penggunaan drone water spray menjadi salah satu strategi untuk menjangkau bara api yang berada di lereng kaldera. Operasi penyemprotan dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur dari kawasan Savana Bromo dengan sasaran titik-titik api yang sulit dicapai petugas.

"Teknik drone water spray dilaksanakan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur dari area Savana Bromo dengan sasaran bara api pada lereng kaldera Bromo," kata Sadono Irawan, Kamis, 6 Agustus 2026.

Selain memanfaatkan drone, tim gabungan juga melakukan pemadaman secara konvensional melalui pembuatan sekat bakar dan penyemprotan air menggunakan armada darat. Operasi didukung satu unit truk pemadam dan satu unit mobil tangki portabel milik TNBTS, serta masing-masing satu unit truk tangki dari BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Malang.

Sebanyak 20 personel gabungan turut menggunakan jet shooter untuk memadamkan titik api yang masih dapat dijangkau dari darat. Penyemprotan juga dilakukan secara bergantian dari jalur poros Malang-Lumajang menggunakan armada tangki air milik BPBD dan TNBTS.

Teknologi drone water spray dikerahkan untuk membantu memadamkan kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo/BPBD Kab. Malang.

Sadono mengungkapkan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah penambahan truk tangki air untuk memasok kebutuhan operasi drone water spray. Proses pemadaman juga masih terkendala jauhnya sumber air sehingga memperlambat distribusi air ke lokasi kebakaran.

"Kebutuhan mendesak saat ini adalah penambahan truk tangki air untuk distribusi drone, sementara kendala utama di lapangan adalah lokasi pengambilan air yang terlalu jauh," ujar Sadono.

Hingga kini titik api masih berada di kawasan hutan pada lereng yang sulit dijangkau petugas pemadaman. Sementara itu, Balai Besar TNBTS masih menutup sementara akses wisata Gunung Bromo melalui Pos Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, untuk mendukung operasi pemadaman dan menjamin keselamatan masyarakat serta wisatawan.

(Lukman Diah Sari)