Antisipasi Kebakaran Bromo Masuk Lumajang, Polisi Bikin Sekat Api

Karhutla di kawasan Gunung Bromo. (Foto: BPBD Provinsi Jawa Timur)

Antisipasi Kebakaran Bromo Masuk Lumajang, Polisi Bikin Sekat Api

Lukman Diah Sari • 6 August 2026 16:29

Lumajang: Polres Lumajang membuat sekat bakar darurat untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meluas. Kebakaran di Gunung Bromo belum padam sejak Senin, 3 Agustus 2026.

"Kami kerahkan sejumlah personel untuk membantu penanganan kebakaran karhutla savana di kawasan TNBTS sisi timur," kata Kapolres Lumajang, AKBP Riki Rayiandi, yang turun langsung memantau perkembangan karhutla kawasan TNBTS di Lumajang, Jawa Timur, Kamis, 6 Agustus 2026.

Ia menginstruksikan pembuatan sekat bakar darurat untuk mengunci pergerakan api yang semakin meluas akibat angin kencang dan vegetasi savana yang mudah terbakar karena kemarau.

"Fire break kami lakukan untuk mencegah titik api tidak merambat hingga memasuki wilayah Kabupaten Lumajang," jelas dia.

Dengan menggunakan sepeda motor trail, AKBP Riki Rayiandi didampingi Wakapolres Lumajang, Kompol Suwarno, para pejabat utama, personel Polres Lumajang, dan petugas Balai Besar TNBTS menyusuri jalur menuju Blok Bantengan, Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Probolinggo.

"Kami bersama Balai Besar TNBTS melakukan pengecekan langsung ke lapangan sekaligus memastikan penyekatan api berjalan dengan baik agar kebakaran tidak merambat ke wilayah Lumajang," tutur dia.

Menurutnya, hingga saat ini titik api masih berada di kawasan Kabupaten Probolinggo dan belum memasuki wilayah administratif Kabupaten Lumajang. Meski demikian, seluruh personel diminta tidak lengah karena kondisi cuaca dan arah angin dapat berubah sewaktu-waktu.

"Kondisi vegetasi yang cukup kering membuat potensi perambatan api tetap harus diwaspadai, sehingga patroli, monitoring, serta penyekatan akan terus dilakukan secara berkala," ujar dia.


Kapolres Lumajang AKBP Riki Rayiandi yang turun langsung memantau perkembangan karhutla kawasan TNBTS di Lumajang, Kamis (6/8/2026). ANTARA/HO-Polres Lumajang

Selain memastikan sekat api berfungsi maksimal, petugas terus berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan lanjutan apabila kebakaran bergerak mendekati wilayah Lumajang.

Selain itu, Kapolres Lumajang juga meminta personel tetap memperhatikan keselamatan diri mengingat medan yang terjal, suhu panas akibat kebakaran, serta asap yang cukup pekat menjadi faktor risiko yang harus diantisipasi.

"Saya meminta seluruh personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap waspada terhadap perkembangan situasi di lapangan, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan," jelas dia.

(Lukman Diah Sari)