Gunungkidul Siaga Darurat Kekeringan hingga Agustus 2026

Sejumlah warga membawa ember berisi air yang diambil dari sumber mata air di Desa Gunung Putri, Suboh, Situbondo, Jawa Timur, Sabtu, 20 Juni 2026. ANTARA FOTO/Seno/sgd (ANTARA FOTO/SENO)

Gunungkidul Siaga Darurat Kekeringan hingga Agustus 2026

Silvana Febiari • 23 June 2026 14:54

Yogyakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menetapkan status siaga darurat kekeringan mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Langkah ini dilakukan untuk antisipasi menghadapi dampak musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan penetapan status tersebut telah dilakukan melalui surat keputusan bupati tentang siaga darurat bencana kekeringan.

"Surat pengajuan sudah kami sampaikan kepada bupati dan sudah mendapatkan tanda tangan bupati," kata Purwono, dilansir dari Antara, Selasa, 23 Juni 2026.
 


Ia mengatakan penetapan status siaga darurat kekeringan selama tiga bulan itu mengacu pada prakiraan musim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Puncak kekeringan diperkirakab terjadi pada Agustus.

"Perkiraan BMKG, puncak kekeringan nanti pada Agustus, Juni mulai kering, Juli makin kering, dan Agustus puncaknya," ujarnya.

BPBD Gunungkidul telah menyiapkan sejumlah armada untuk mengantisipasi situasi darurat maupun memenuhi permohonan dropping air bersih di wilayah setempat.

Menurut Purwono, hingga saat ini belum ada surat permohonan dropping air yang masuk ke BPBD. Namun, seluruh kebutuhan penanganan telah dipersiapkan sejak awal Juni.

"Yang jelas armada kami sudah siap manakala terjadi situasi darurat maupun ada permohonan dropping air di wilayah Gunungkidul, walaupun sampai saat ini belum ada surat permohonan yang masuk ke BPBD, tapi segala sesuatunya sudah kami persiapkan," paparnya.


Ilustrasi--Warga mengambil air dari sumber air yang terbatas. (MGN/Suyono)


Ia mengungkapkan armada BPBD dalam kondisi baik setelah dilakukan perawatan dan siap dioperasikan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan. Apalagi, BPBD Gunungkidul memiliki empat armada khusus berupa truk tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter yang siap digunakan untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah pelosok.

"Empat armada itu semuanya truk tangki berkapasitas 5.000 liter," ucapnya.

Selain armada, BPBD Gunungkidul juga menyiapkan 800 tangki air bersih dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Total bantuan tersebut mencapai sekitar 4 juta liter air bersih untuk penanganan kekeringan.

"Sebanyak 800 tangki dikali 5.000 liter, jadi sekitar 4.000.000 liter air bersih yang kami siapkan," ungkap Purwono.

(Silvana Febiari)